Sulis Tewas Tercabik Harimau, Sang Paman Selamat Baca 'Mantra' Pengusir

Cerita Katemin yang berhadap-hadapan dengan harimau di ladang kopi membuat Ratemi seketika ingat Sulis putrinya yang izin mandi dekat ladang durian.

Penulis: Y Gustaman | Editor: Muji Lestari
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Ratemi, Ibunda Sulis yang Diterkam Harimau di Muara Enim 

"Saat tahu kalau ternyata setelah bertemu dengan saya, harimau itu menerkam Sulis," ucap Katemin di rumah duka.

Petang itu Katemin sedang menyetek pohon kopi di ladangnya, tiba-tiba mendengar suara ranting terinjak sesuatu.

Katemin menoleh, dadanya berdegup kencang, tapi setenang mungkin ia mengatur nafas, ternyata ada harimau di depannya.

Ini peristiwa ke sekian warga di Muaraenim, Sumatera Selatan, berhadap-hadapan dengan harimau.

"Saat saya menoleh ternyata ada harimau," aku Katemin.

"Posisi dagu dan dadanya menyentuh tanah, sementara kakinya masih berdiri," sambung dia.

Mata harimau itu melotot, kumisnya menegang, panjang badannya sekitar dua meter.

"Saya melangkah ke depan dua langkah, harimaunya juga melangkahkan kakinya dua langkah," ucap Katemin .

"Saat dia melotot, mata saya pun tetap kuatkan menatapnya," kata dia.

Kebun kopi Katemin bersebelahan dengan kebun durian Sulis.

Tak ada jalan untuk kabur, Katemin mencoba menguatkan diri berbicara ke harimau di depannya.

"Aku enggak mengganggu engkau. Engkau jangan mengganggu aku."

"Aku di sini mencari makan, engkau silakan cari makan di tempat lain," Katemin masih mengingat ucapannya kala itu.

Perlahan Katemin memundurkan langkahnya, sambil terus menatap harimau.

Ia terus merapal doa meminta perlindungan Allah agar mendapat keselamatan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved