Sulis Tewas Tercabik Harimau, Sang Paman Selamat Baca 'Mantra' Pengusir
Cerita Katemin yang berhadap-hadapan dengan harimau di ladang kopi membuat Ratemi seketika ingat Sulis putrinya yang izin mandi dekat ladang durian.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Muji Lestari
"Saya terus mundur lalu saya lihat dia hanya diam dan kemudian langsung menjauh."
"Dari kejauhan saya lihat dia pergi dan mengarah ke pemandian," ucap dia.
Sama sekali ia tak menyangka harimau tersebut menuju pemandian yang didatangi Sulis.
Katemin langsung pulang dan memberitahu orang rumah ada harimau berkeliaran di kebun kopi.
"Saya pun melaporkannya ke kepala dusun," ucap Katemin.
Setelah jasad Sulis ditemukan dalam kondisi mengenaskan Ratemi mencoba bersabar.
Warga Dusun V Sidodadi kini mencoba menahan diri untuk pergi ke kebun setelah Sulis tewas diterkam harimau.
Ratemi, mungkin juga warga lain, berharap pemerintah bisa berbuat banyak agar tak ada lagi warga menjadi korban hewas buas.
"Kami tidak berani ke kebun, padahal hidup kami hanya bergantung hidup dengan bertani."
"Jangan sampai ada korban lagi, cukup Sulis anak kami saja, " ucap Ratemi menahan sedih. (TribunJakarta.com/Tribun Sumsel/Sriwijaya Post)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ratemi-ibunda-sulis-yang-diterkam-harimau-di-muara-enim.jpg)