Gedung 4 Lantai Ambruk
2 Korban Tertimpa Gedung 4 Lantai di Palmerah Rawat Inap di RSUD Tarakan
Dua korban yang tertimpa bangunan gedung 4 lantai di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat akan menjalani rawat inap di RSUD Tarakan.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sementara itu, dari data yang dihimpun TribunJakarta.com, ada tiga korban yang sudah diketahui identitasnya.
Ketiga korban yang sudah teridentifikasi yakni Febriani (27) warga Tanjung Duren Raya Nomor 2 RT 10/2 Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Kemudian, Muhammad Iqbal (37) warga Jalan Mangga IV, RT 001/02, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Serta, Ervan Juliansyah (52) Kampung Gaga, Jalan Amil Abas Nomor 92 RT 01 RW 01, Larangan Selatan, Tangerang.
Sementara itu, Budi memastikan tak akan lakukan evakukasi bangunan ambruk dari dalam bangunan.
Pasalnya, kondisi keamanan dari rangka bangunan sangat riskan dan membahayakan.
"Karena enggak aman tulang-tulang gedung enggak sambung satu sama lain ini. Ini juga sudah terlalu lama dan kelihatan beton sudah lapuk dan basah. Dari enginering kita, Damkar dan Bsarnas nilai enggak aman," kata Budi di lokasi, Senin (6/1/2020).
Untuk itu, Budi menyebut pihaknya akan lakukan pemantauan kondisi bangunan dari luar menggunakan crane untuk melihat apakah masih ada korban yang terjebak di dalam bangunan.
"Kami akan lakukan sekali lagi assessment pengamatan dari luar. Hanya untuk meyakinkan saja kalau di dalam sudah betul-betul enggak ada korban manusia," ucap Budi.
Basarnas tak lakukan evakuasi dari dalam gedung
Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama memastikan tak akan lakukan evakukasi bangunan ambruk dari dalam bangunan.
Pasalnya, kondisi keamanan dari rangka bangunan sangat riskan dan membahayakan.
"Karena enggak aman tulang-tulang gedung enggak sambung satu sama lain ini. Ini juga sudah terlalu lama dan kelihatan beton sudah lapuk dan basah. Dari enginering kita, Damkar dan Basarnas nilai enggak aman," kata Budi di lokasi, Senin (6/1/2020).
Untuk itu, Budi menyebut pihaknya akan lakukan pemantauan kondisi bangunan dari luar menggunakan crane untuk melihat apakah masih ada korban yang terjebak di dalam bangunan.
"Kami akan lakukan sekali lagi assessment pengamatan dari luar. Hanya untuk meyakinkan saja kalau di dalam sudah betul-betul enggak ada korban manusia," ucap Budi.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi Pukul 12.10 WIB, puing-puing kecil dari bangunan empat lantai itu masih sering jatuh.