Dua Pria Jambret Ponsel Bocah SD di Kelapa Dua Tangerang, Polisi: Buat Main Game Online

Kapolsek Kelapa Dua, AKP Supriyanto, mengatakan, motif kedua tersangka karena melihat adanya kesempatan.

Dua Pria Jambret Ponsel Bocah SD di Kelapa Dua Tangerang, Polisi: Buat Main Game Online
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rilis penangkapan sepasang jambret di Mapolsek Kelapa Dua, Jalan Boulevard Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (8/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Sepasang tersangka jambret yang membawa kabur ponsel seorang bocah SD usia 9 tahun di Perumahan Dasana Indah, Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/12/2019), ditangkap aparat kepolisian.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kedua tersangka bernama diketahui bernama Muhamad Riyanto (23) dan Muhamad Abdul Badri alias Amoy (21).

Aksi keduanya terrekam closed circuit television (CCTV) dan videonya viral di media sosial.

Viral Siswa SD Dijambret Ponselnya di Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Polisi Ringkus Sepasang Pelaku

Kapolsek Kelapa Dua, AKP Supriyanto, mengatakan, motif kedua tersangka karena melihat adanya kesempatan.

Bocah SD yang memegang ponsel tanpa pengawasan orang tuanya itu dianggap tidak berdaya, sehingga menimbulkan niat untuk menjambret.

"Karena spontan melihat bocah membawa handphone," ujar Supriyanto, di Mapolsek Kelapa Dua, Jalan Boulevard Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (8/1/2020).

Selain karena melihat adanya kesempatan, Supriyanto mengungkapkan, Riyanto dan Amoy menjambret ponsel itu untuk bermain game online.

Hal itu mengapa ponsel yang dibawa kabur tidak langsung dijual.

"Dia pakai buat main game online," ujarnya.

Riyanto yang sempat diwawancara Kapolsek di depan awak media, mengaku tergoda dengan kesempatan menjambret itu.

"Saya spontan saja pak ada anak kecil bawa HP sendirian," ujar Riyanto.

Atas perbuatannya, sepasang pelaku jambret tersebut dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dan terancam hukuman lima tahun penjara.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved