Gado-gado Bon Bin Legendaris Cikini: Bumbu Rahasia Ditawar Puluhan Juta dan Jadi Langganan Gus Dur

Berdiri sejak tahun 1960, Gado-gado Bon Bin hingga kini tak kehilangan hati para pelanggannya. Satu diantaranya Gus Dur dan Tjahjo Kumolo

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Gado gado Bon Bin sejak tahun 1960 

Kala sepiring gado-gado Bon Bin tersaji di atas meja, tampilannya tampak menggugah selera untuk segera dilahap.

Bumbu kacang kental yang khas terlihat berlimpah di atas sayur-sayuran.

Memang, ini rahasianya yang membuat gado-gado Bon Bin tetap digemari pelanggan sejak berdiri pada tahun 1960 silam.

Pemilik Gado gado Bon Bin, Hadi Lingga Wijaya (67) tengah meracik gado-gado pada Jumat (10/1/2020).
Pemilik Gado gado Bon Bin, Hadi Lingga Wijaya (67) tengah meracik gado-gado pada Jumat (10/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Bumbu kacang Bon Bin adalah kunci. Pelanggan tak akan lari ke lain hati.

Jam makan siang, sebagian besar tempat makan disibuki oleh para pelanggan yang datang.

Tak terkecuali, tempat makan gado-gado Bon Bin yang beralamat di Jalan Cikini IV No. 5, Menteng, Jakarta Pusat.

Suasana siang itu, para pelayan sibuk menyajikan gado-gado ke meja-meja pelanggan.

Penerus kedua usaha tersebut, Hadi Lingga Wijaya (67) tampak sibuk dibelakang meja etalase yang berada di depan pintu masuk.

Tangannya sibuk meracik aneka sayuran dari atas tampah bambu yang terdiri dari bayam, kacang panjang, toge, kentang, tahu dan telor rebus yang dipotong setengah.

Usai meracik, ini yang ditunggu-tunggu, dari panci di sebelah tampah, bumbu kacang rahasia langsung disiram di atas piring.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved