Pascabanjir dan Longsor, Harga Gas 3 Kg di Desa Lebaksitu Mencapai Rp 80 Ribu
Harga gas dan bensin melambung tinggi di Lebak, Banten. Harga satu gas ukuran 3 Kilogram saat ini mencapai Rp 80 ribu
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, LEBAK - Harga gas dan bensin melambung tinggi di Desa Lebaksitu, Lebakgedong, Lebak, Banten.
Hal itu terjadi setelah wilayah tersebut diterjang bencana banjir dan longsor pada Rabu (1/1/2020).
Seorang warga, Aci (50), mengatakan bahwa harga satu gas ukuran 3 Kilogram saat ini mencapai Rp 80 ribu.
Sementara itu, sebut Aci, harga satu liter bensin Pertamax mencapai Rp 30 ribu.
"Semenjak bencana saja itu semuanya pada naik," kata Aci saat ditemui di rumah pengungsian, Minggu (12/1/2020).
Lonjakan harga tersebut tidak terlepas dari sulitnya akses untuk mendapatkan gas dan bensin.
Pasalnya, sejumlah jalan penghubung menuju Desa Lebaksitu sudah tertutup longsoran tanah.
• Cerita Aci, Berlarian Gendong Cucu Menyelamatkan Diri Saat Longsor Menerjang Lebak
• Ramalan Zodiak Besok, Selasa 14 Januari 2020: Waspada Keuangan Virgo, Taurus Mengecewakan!
• Gara-Gara Bawa Ini, Nagita Slavina Diperiksa Security Bandara Sampai Satu Jam: Dipretelin Semua
"Bisa naik motor buat beli, tapi nggak sampai tempatnya. Harus jalan kaki lagi, karena di mana-mana sudah tertutup," ujar Aci.
Ia pun berharap bantuan yang disalurkan ke Desa Lebaksitu bukan hanya kebutuhan pokok, tetapi juga gas dan bensin.
TribunJakarta.com ikut bersama lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menyalurkan bantuan ke Desa Lebaksitu, Lebakgedong, Lebak, Banten.