Praktisi Kesehatan: Penyakit Kritis Tak Hanya Menyasar Pada Golongan Menengah ke Atas

Hal ini disebabkan oleh faktor gaya hidup yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan-makanan berlemak atau cepat saji

Praktisi Kesehatan: Penyakit Kritis Tak Hanya Menyasar Pada Golongan Menengah ke Atas
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Praktisi kesehatan dari Rumah Sakit St.Carolus dr. Laurentius Aswin Pramono di Menara Astra Sudirman, Senin (13/1/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, SUDIRMAN - Praktisi Kesehatan dari Rumah Sakit St.Carolus dr. Laurentius Aswin Pramono mengatakan bahwa berbagai penyakit kritis tidak hanya menyasar pada golongan tertentu saja.

Salah satunya seperti penyakit serangan jantung, ginjal, atau kanker.

"Tidak kenal usia dan tidak kenal kondisi sosial dan ekonomi saat ini. Semakin kesini, semakin muda usianya dan penyakit tidak menular yang disangka dialami oleh orang menengah ke atas, juga banyak dialami menengah ke bawah dan kelas pekerja," kata dr. Aswin saat ditemui di Menara Astra, Sudirman Jakarta, Senin (13/1/2020).

Tak bisa dipungkiri, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa penyakit-penyakit krisis seperti itu menyasar pada golongan menengah ke atas saja.

Hal ini disebabkan oleh faktor gaya hidup yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan-makanan berlemak atau cepat saji yang biasanya hanya dikonsumsi oleh golongan menengah ke atas saja.

Hal ini pun dibantah oleh dr. Aswin.

"Padahal tidak juga, makanan yang tidak sehat itu bukan hanya makanan pada golongan menengah atas. Golongan menengah bawah pun juga terpapar resiko makanan yang tidak sehat. Terus kurang gerak, gemuk, obesitas, penyakit kanker juga ada pada yang golongan menengah kebawah," kata dia.

Jam Kerja Berlebihan Ternyata Beresiko Terjangkit Banyak Penyakit Hingga Gangguan Mental

Salah satu pengaruhnya, adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Menurut dr. Aswin, seseorang akan mengalami resiko penyakit krisis apabila tidak makan dengan makanan yang sehat, atau kurangnya melakukan aktivitas fisik.

Ia pun menyebut bahwa saat ini banyak kaum muda yang sudah mulai terjangkit berbagai penyakit krisis meski belum berusia 40 tahun.

"Misalnya diabetes melitus bisa muncul saat usia muda dan pada golongan ekonomi apapun. Pada usia muda misalnya 30 an udah ada, 20 pun ada," kata dia.

"Komplikasi, mulai dari diabetes, ada jantung koroner, stroke, penyakit gagal ginjal kronis, luka di kaki yang tidak sembuh-sembuh. Banyak pasien saya yang berasal dari usia 30 tahunaan 40tahunan, sudah kakinya harus dioperasi karena luka yang tidak sembuh-sembuh akibat diabet yang tidak terkontrol. Gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, kita bisa lihat seperti di Rs. Carolus, itu 20 persen (pasien) usianya dibawah 30," bebernya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved