Kenali Produk Matcha Asli dengan Tiruan: Berikut Tips Membedakannya
matcha yang asli melalui proses pengolahan yang begitu rumit sehingga tidak mungkin dibandrol dengan harga yang sangat murah.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
"Kalau kami bikin dari daun teh biasa lalu kita buat jadi serbuk, itu gak akan bisa seperti matcha karena tidak mengalami proses yang tadi. Memang, suka ada yang menambahkan pewarna di dalamnya. Nah biasanya bisa tau kalau itu pewarna jika di kasih air warnanya akan langsung terpisah," kata dia.
Bubuk matcha yang disertai dengan pewarna, cenderung memiliki warna yang sedikit kuning atau kecokelatan.
Apabila diaduk dengan menggunakan air, warna hijau pada bubuk cenderung terangkat atau terpisah dari bubuk.
"Selain itu juga bisa dikenali dari aromanya. Kalau matcha asli itu punya aroma khas yang gak bisa didapat dari yang lain. Itu jadi wanginya seperti wangi daun iya, tapi ada satu yang khas, seperti lebih creamy dan wangi gitu," pungkas dia.
Perbedaan dengan teh hijau
Meski diolah dari tanaman yang sama, namun Matcha sejatinya berbeda dengan minuman teh hijau biasanya lho.
Menurut Ratna, untuk mendapatkan matcha yang asli daun teh hijau harus melewati proses yang begitu panjang sampai pada akhirnya menjadi serbuk matcha.
Hal ini, berbeda dengan pengolahan teh hijau yang hanya dipetik dan diseduh saja.
"Jadi untuk penanaman matcha, beberapa minggu sebelum daun teh dipetik semua pohon ditutup untuk mengurangi masuknya sinar matahari. Tujuannya supaya polifenolnya itu tinggi. Jadi daunnya lebih hijau dan lebih sweet , tidak terlalu pahit dan ada rasa creamy atau orang jepang sebut umami. Itu yang tidak bisa didapatkan dari teh lainnya," beber dia.
Daun teh yang akan dipanen, sebelumnya harus ditutupi dari sinar matahari terlebih dahulu selama beberapa minggu.
Tujuannya, untuk meningkatkan klorofil atau zat hijau daun dengan mencegah terjadinya proses fotosintesis pada daun.
Cara ini juga diyakini bisa menghasilkan rasa daun teh yang khas juga warna yang pekat pada saat diminum.
Kemudian, barulah ditumbuk menjadi sebuah bubuk teh. Nah, bubuk teh hijau tersebut adalah matcha.
Mengapa memiliki rasa yang lebih pahit ketimbang teh hijau, karena bubuk matcha memang terbuat dari tumbukan daun teh.
"Sedangkan green tea itu bentuknya diseduh saja. Artinya ketika kita minum green tea, kita tidak memakan daunnya. Kalau matcha kan bentuknya powder. Daun teh yang sudah di tumbuk. Jadi dengan minum matcha kita memakan semuanya. Caranya dikocok, lalu minum semuanya. Sehingga yang ada di dalam daun teh itu bisa terasa di tubuh kalau minum yang matcha," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/matcha.jpg)