Warga Unjuk Rasa Dukung Penolakan LGBT di Kota Depok

Warga Kota Depok siang ini menggelar aksi unjuk rasa, untuk mendukung pemerintah melakukan razia terhadap perilaku LGBT.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Aksi unjuk rasa dukung penolakan terhadap perilaku LGBT di Kota Depok. 

Pemerintah Kota Depok Akan Bentuk Krisis Center Untuk Layani Korban LGBT

Buntut dari kasus warga Kota Depok yang menetap di Inggris dan melakukan pelecehan seksual terhadap ratusan korbannya, Wali Kota Depok Mohammad Idris berencana akan membuka krisis center.

Krisis center tersebut, nantinya dikhususkan untuk melayani korban Lesbian Gay Biseksual dan Transgender, atau yang biasa disingkat LGBT.

Melansir dari portal resmi Pemerintah Kota Depok yakni Depok.go.id, Idris memberikan arahan kepada organisasai perangkat daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan pencegahan dan penyebaran perlaku LGBT.

“Peningkatan upaya pencegahan ini guna memperkuat ketahanan keluarga, khususnya perlindungan terhadap anak,” ujar Idris dilansir dari portal tersebut.

Dijumpai langsung usai meresmikan Alun-Alun Kota Depok, Idris menjelaskan krisis center tersebut dibentuk atas kolaborasi instansi pemerintah,Kepolisian, TNI, hingga unsur komunitas peduli keluarga.

“Krisis center kami buat dan bentuk atas  kolaborasi intansi pemerintah dengan Kepolisian, TNI, dan komunitas peduli keluarga,” katanya di Alun-Alun Kota Depok, Cilodong, Minggu (12/12020).

Idris berujar, seluruh agama di dunia menolak perilaku LGBT.

“Yang pasti bahwa semua agama menolak LGBT, negara kita ini negara beragama, jadi itu yang perlu dikedepankan,” tambahnya.

Terakhir, Idris menegaskan meski sudah ada pihak yang akan menangani, namun wadah krisis centernya baru akan dibentuk.

Halaman
123
Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved