Bus Terguling di Subang
Bus Maut di Subang Tewaskan 8 Orang, Korban Selamat Sebut Sopir Sempat Lakukan Ini Sebelum Kejadian
Penumpang selamat membeberkan hal yang dilakukan sopir sebelum bus pariwisata PO Purnama Sari mengalami kecelakaan di Ciataer, Subang, (18/1/2020)
Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Junaidi Kaget Putrinya Jadi Korban Laka Maut Bus di Subang
Junaidi (68) kaget bukan kepalang saat menonton televisi sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu (17/1/2020), ia melihat berita kecelakaan bus dengan penumpang beralamat di Kota Depok.
Ia langsung teringat Nurmalasari (34), anaknya yang sedang wisata ke Subang, Jawa Barat.
"Saya kaget itu, jangan-jangan si Sari. Lagi nonton Kompas TV, tulisannya ibu-ibu pengajian Depok," ujar Junaidi yang tengah menunggui anaknya yang dirawat di RSUD Depok, Jalan Muchtar Raya, Sawangan, Minggu (19/1/2020).
• Tanggapi Soal Bayinya Disebut Tak Berhak Atas Harta Warisan Lina, Teddy: Pasti Allah Kasih Rezeki
Junaidi langsung bertanya anak-anaknya yang lain hal keadaan Nurmalasari.
Ternyata enam anaknya yang lain sudah saling tahu dan sengaja tidak memberitahukan langsung kepada sang ayah.
"Ternyata saya enggak langsung dikasih tahu, takut kepikiran katanya," ujarnya.
Sambil menghela nafas, Junaidi mengaku sudah mengikhlaskan saat mengetahui anaknya mengalami beberapa luka cukup berat.
"Ya habis dikasih tahu, saya ikhlas saja, namanya sudah takdir Allah," ujarnya.
Junaidi langsung mencari informasi terkait keadaan Nurmalasari, bersama anak-anaknya yang lain.
Sampai pada Minggu (19/1/2020), Nurmalasari tiba di RSUD Depok, bersama 12 korban luka lainnya.
Junaidi mengatakan, anaknya mengalami luka patah tulang dan luka akibat tertancap kaca bus.
"Sesaknya itu karena benturan. Tulang iga nomor tiga dari atas patah," ujarnya.
• Fakta-fakta Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung, Polisi Temukan 3 Benda Janggal di Lemari
Nurmalasari pun kini harus dirawat di RSUD Depok, karena dianggap menderita luka cukup parah.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, bus yang terguling tersebut berisi 58 orang dari kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, termasuk sopir dan kondektur.