Breaking News:

Babak Baru Cawagub DKI

Bukan Ahmad Syaikhu atau Agung Yulianto, PKS Bongkar Alasan Dorong Nurmansyah Lubis Jadi Cawagub DKI

Nurmansyah Lubis memiliki wawasan lebih perihal seluk-beluk ibu kota Jakarta.

Tribunnews.com
Logo PKS 

"Namanya politik, pasti bisa saja terjadi hal yang tak diinginkan. Misalnya money politik, kami tidak ingin ini terjadi," lanjutnya.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan proses demokrasi pemilihan cawagub DKI ini sebaiknya berjalan lancar.

Siapapun yang nanti terpilih, kata Arifin, sebaiknya mampu bersinergi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Kami ingin proses demokrasi berjalan secada fariplay. Kami berharap yang terbaik, yang bisa sinergi dengan gubernur," kata Arifin.

Alasan PKS Mengalah Bagi-bagi Nama Calon dengan Gerindra

Ketua Umum PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo, menyatakan alasan pihaknya membagi nama calon wakil gubernur DKI kepada Gerindra.

"Setelah digali dengan yang bersangkutan, itu akhirnya dipilihlah nama Ahmad Riza Patria (dari Gerindra)," kata Sakhir, di kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera ini (PKS), Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

Sebab, menurut Sakhir, seandainya PKS ngotot mempertahakan dua kandidat sebelumnya, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, prosesnya akan lebih lama.

"Seandainya PKS kekeh, tidak akan kelar dan yang kasihan warga Jakarta juga," ujar Sakhir.

"Hal ini tidak gampang juga. Ada saja ganjalannya itu saat pak Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto menjadi kandidat dari PKS," sambungnya.

Walhasil, kata Sakhir, Presiden PKS Sohibul Iman pun turun tangan untuk mencari solusi terbaik.

"Akhirnya Presiden PKS terus berkomunikasi, sebagai win win solution, ya akhirnya mau tidak mau mengalah juga," ujar Sakhir.

"Soal ikhlas tidak, ya itu urusan kami sama Allah," ujarnya.

PKS Sebut Kemungkinan Beroposisi dengan Gerindra Menang atau Kalah

Dua nama calon wakil gubernur DKI Jakarta resmi diumumkan dari Partai Keadilan Sejahtera dan Gerindra.

PKS menunjuk Nurmansyah Lubis sementara kubu Gerindra memilih Ahmad Riza Patria sebagai cawagub DKI.

Ketua Umum PKS DKI, Sakhir Purnomo, mengatakan pihaknya siap menerima apa pun situasinya.

Menang atau kalah, kata Sakhir, PKS ada kemungkinan menjadi oposisi dengan Gerindra.

Jawaban Sakhir ini juga menjawab pertanyaan awak wartawan ihwal apakah akan ada mahar, jika menang atau kalah.

"Yang jelas begini, kalau kompetisi kan kami harus siap dengan situasi," kata Sakhir, di kantor DPW PKS, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

"Kami juga jaga seluruh jaringan komunikasi, akan kami lakukan sebaik-baiknya. Kami akan jaga proses itu," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan pihaknya juga akan hati-hati saat menjalin komunikasi dengan Gerindra.

"Kami juga harus wanti-wanti dan harus hati-hati menjaga komunikasi dengan berbagai elemen. Intinya itu," tambah Sakhir.

PKS dan Gerindra, lanjutnya, adalah partai yang saling berjuang demi mendapatkan kursi wakil gubernur DKI.

"Kami sama-sama fight (bertarung). Saya menegaskan, kami akan ikhtiar maksimal," kata Sakhir.

Karena itu, sambungnya, PKS hanya siap 'tidak kalah'.

"Begini, kami hanya siap menang dan siap tidak kalah. Ada kalanya PKS menang, kami optimis banget," kata dia.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved