Sisi Lain Metropolitan

Cerita Joko, Sudah 3 Tahun Lebih Tak Bisa Tebus Ijazah: Pilih Jadi Tukang Sampah

Tiga tahun tak bisa tebus ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Joko Krismanto (21) jalani hidup sebagai tukang sampah.

Cerita Joko, Sudah 3 Tahun Lebih Tak Bisa Tebus Ijazah: Pilih Jadi Tukang Sampah
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Joko, tukang sampah di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Tiga tahun tak bisa tebus ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Joko Krismanto (21) jalani hidup sebagai tukang sampah.

Tukang sampah ialah mereka yang bekerja untuk membuang sampah.

Hal itulah yang dilakukan oleh Joko, anak pertama dari 4 bersaudara.

Usai dinyatakan lulus dari SMK Paskita Global, ia hanya menggantungkan hidupnya dari penghasilannya sebagai tukang sampah di Ciracas, Jakarta Timur.

Sebab, selepas tahun 2016, ijazah Joko tak kunjung bisa ditebusnya karena kendala ekonomi.

Ayahnya, Suratman yang hanya seorang tukang sampah dan Ibunya, Suyatmi penjual lauk matang diakuinya tak mampu menebus biaya tersebut.

"Ya mau kerja apa lagi. Ijazah juga belum saya tebus. Pokoknya itu tunggakan dari kelas 10 total sekira Rp 3,8 juta. Namanya punya adik 3 kan pasti ibu sama bapak ada aja kebutuhannya," katanya kepada TribunJakarta.com, Selasa (4/2/2020).

Sebenarnya, setelah lulus Joko sempat melamar pekerjaan di salah satu hotel di Jakarta.

Berbekal Surat Keterangan Lulus (SKL), Joko diterima bekerja di hotel tersebut.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved