Calon Pengantin Tertipu WO Bodong

Sosok Baik Membantu Isnaini dan Suami yang Menikah Ditipu WO Bodong, Ulur Waktu Demi Ini

Dengan berat hati, acara pernikahan Isnaini terpaksa dilanjutkan dengan banyak kekurangan. Muncul ada orang baik menolong.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah meminta keterangan Anwar Said, pemilik wedding organizer Padamanda, tersangka kasus penipuan puluhan calon pengantin, Rabu (5/2/2020). (Inset) Isnaini, salah satu korban penipuan Anwar Said. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Isnaini mengalami momen tak mengenakkan saat melaksanakan prosesi pernikahan.

Isnaini menjadi korban penipuan wedding organizer (WO) bodong Pandamanda.

Di hari pernikahannya pada 2 Februari 2020, ia harus menahan malu di depan ratusan tamu undangan yang telah datang.

Kepada wartawan, Isnaini menjelaskan pesta pernikahannya di Gedung Kementerian Dalam Negeri  Kalibata, Jakarta Selatan, berlangsung seadanya dan serba dipaksakan.

Sejak siang, sebelum acara pernikahan pukul 19.00 WIB, pihak gedung tempat pernikahannya sudah berulang kali menghubunginya.

“Dari pukul 14.00 WIB siang orang gedung itu sudah nanyain mana dekornya? Kateringnya bagaimana? Sampai pukul 16.00 WIB itu enggak ada,” tutur Isnaini kepada wartawan di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/2/2020).

Beruntung, pihak gedung penyelenggara pernikahannya berniat baik dengan memberikan dekorasi dan janur pernikahan, sekalipum bekas pernikahan sebelumnya.

“Untungnya, dekor dibantu pengelola gedung, dibantu sama mereka dan janurnya  bekas orang yang duluan nikah. Terus janurnya itu enggak ada namanya."

"Untungnya juga pas akad dibantu sama pengelola masjid. Kami koordinasi dengan pengelola gedung buat handle akad,” beber Isnaini.

Ketika akad berlangsung, Isnaini mengaku tidak ada satu pun tim dari WO Bodong Pandamanda yang hadir.

Waktu terus berjalan, hingga pukul 18.00 WIB belum juga ada katering hingga dekorasi yang dijanjikan, sementara resepsi pernikahan satu jam lagi.

Lantaran belum ada katering dan dekor, Isnaini terpaksa mengulur waktu hingga pukul 19.30 WIB meski tamu undangan sudah datang membludak.

“Meja masih kosong katering enggak ada, sampai kami ulur waktu. Kan, pukul 19.30 WIB karena mulainya itu pukul 19.00 WIB,” kata Isnaini.

Dengan berat hati, acara pernikahan Isnaini pun terpaksa dilanjutkan dengan banyak kekurangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved