Pulang Merantau dari Jakarta, Anak Tebas Ayah Kandung Hingga Tewas Dipicu Masalah Durian
Gunawan Sucipto Pane (26) tega menebas ayahnya, Torang Pane (50) hingga tewas. Begini deretan fakta pembunuhan dipicu teguran korban.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Ia tersulut emosi gara-gara ditegur secara kasar, kemudian dimaki dan dilempar batu oleh ayahnya, Torang Pane (50).
"Untuk sementara, dia kita kenakan Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan Berujung Hilangnya Nyawa Orang dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan," ujar Maruli lagi.
Pelaku Baru Pulang Merantau
Maruli menuturkan, Gunawan baru saja pulang merantau dari Jakarta.
Ia kembali ke kampung halamannya terkait syukuran atas kelahiran sekaligus pembabtisan anak pertamanya.
Berhubung di kampungnya musim durian, pemuda tamatan SMK ini enggan cepat-cepat kembali ke Jakarta.
"Pelaku sama ibunya bikin usaha jadi pengepul durian. Durian-durian dari petani, mereka tampung, lalu dijual lagi sama tauke," ungkap Maruli.
Maruli menyebut, barang bukti pisau yang digunakan Gunawan untuk membabat ayahnya hilang.
"Masih belum ditemukan. Sedang kita cari," kata Maruli
Gunawan yang juga seorang residivis kasus curanmor ini, tambah Maruli, mengaku selama ini memang kurang harmonis dengan ayahnya.
Sebab, menurut Gunawan, perilaku Torang terbilang kasar.
Ayah Anak Sering Bertengkar
Terkait keributan ayah dan anak tersebut, Kapolres Dairi, AKBP Leonardo menuturkan bahwa keributan sebelumnya juga sering terjadi.
"Sebelumnya mereka sudah ribut kian. Hingga terakhir keributan pada Sabtu dinihari yang berujung kematian," katanya saat dikonfirmasi Tribun Medan.
Dalam hal ini, polisi yang berhasil mengamankan pelaku masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Semua masih dalam pemeriksaan.
Nanti pasal berapa yang disangkakan akan disampaikan kembali. Karena ini masih dalam proses pemeriksaan," ungkapnya. (TribunMedan)