CPNS 2019

Gegara Nunggu Teman, 3 Pelamar CPNS 2019 Telat Tes SKD, Sang Teman yang Ditunggu Datang Tepat Waktu

Gegara menunggu teman, 3 orang telat ikut tes SKD CPNS 2019 lalu didiskualifikasi, sang teman malah datang tepat waktu.

Gegara Nunggu Teman, 3 Pelamar CPNS 2019 Telat Tes SKD, Sang Teman yang Ditunggu Datang Tepat Waktu
instagram @pknstan
Ilustrasi CPNS 

TRIBUNJAKARTA.COM - Lois Pernando Nandito gagal ikut tes SKD ( Seleksi Kompetensi Dasar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Cita-citanya untuk menjadi Aparatur Sipil Negera (ASN) pada seleksi CPNS 2019 harus digantung sementara.

Lois Pernando Nandito bersama dua orang temannya terlambat datang ke tes SKD CPNS 2019.

Alasan terlambat datang tes SKD CPNS 2019 juga sangat menyesakan bagi ketiganya.

Gara-gara menunggu temannya, Lois terpaksa menunda harapannya untuk memakai lambang Korpri di dada sebelah kiri manakala telat dalam mengukuti ujian sesi pertama pada pukul 08.00 WIB.

Jangan Terlambat Datang ke Tes SKD, Ratusan Ribu Pelamar CPNS Didiskualifikasi Karena Telat

Bawa Jimat Saat Tes SKD CPNS 2019, Apakah Bakal Didiskualifikasi? Begini Penjelasan BKN

CATAT! Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS 2019 Pemprov DKI Jakarta, Berikut Tata Tertibnya

Ditemukan Kunci Jawaban Saat Tes SKD CPNS 2019, BKN: Gak Mungkin Cocok dengan Soal

Dari pantauan di lapangan Sabtu (8/2/2020), terdapat tiga peserta tes CPNS yang telat mengikuti tes karena terlambat 15 menit.

Sehingga ketiganya tidak bisa mengikuti tes karena sistem mengunci, sedangkan dua peserta tes lainnya tampak murung dan tidak ingin dibincangi.

"Telat pak 15 menit, tadi telat karena menunggu teman," ujar Lois Fernando, Sabtu (8/2/20) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Teman saya akhirnya bisa masuk, sementara  saya ketika mau masuk juga tetapi sudah terkunci," sambungnya.

Ketiga pelamar CPNS 2019 yang telat pada sesi pertama tes SKD yang dilaksankan di Gor Ranggonang Sekayu.
Ketiga pelamar CPNS 2019 yang telat pada sesi pertama tes SKD yang dilaksankan di Gor Ranggonang Sekayu. (sripoku.com/fajeriramadhoni)

Lanjutnya, telatnya dirinya dalam mengikuti CPNS sedikit kecewa karena menjadi ASN merupakan keinginan orangtua.

"Sedih pak, kapan lagi mau jadi PNS," ungkapnya.

"Kalau saja tahun depan ada lagi, kalau sekarang terpaksa urung pakai lambang korpri," ujar Lois seraya pergi menuju tempat kerjanya di salah satu bank swasta di  Sekayu.

Sementara, Kepala Kantor Regional VII Palembang Agus Sutiadi mengatakan pihaknya mengimbau peserta untuk datang 90 menit lebih awal untuk mengikuti tes.

Karena terlambat 5 menit peserta akan langsung gugur.

“Jangakan terlambat 15 menit, terlambat 5 menit saja peserta langsung gugur," tegas Agus.

"Kenapa demikian sistem CAT BKN sistemnya mengunci jadi bagi pesera yang terlambat tidak bisa ikut, tahun sebelumnya kita memaklumi tetapu sekarang tidak," lanjutnya.

"Kalau masih mau dipaksakan bisa tetapi tidak tercatat sama sekali," tandasnya.

CPNS 2020 Juga Digelar Tahun Ini

Gagal lolos passing grade tes SKD ( Seleksi Kompetensi Dasar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, jangan khawatir.

Hal ini lantaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal segera menggelar CPNS 2020.

Pelaksanaan seleksi CPNS 2019 telah memasuki fase tes SKD.

Sesuai jadwal yang ditetapkan oleh BKN, setelah SKD nantinya adalah tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kendati proses CPNS 2019 belum rampung secara keseluruhan, banyak yang mempertanyakan mengenai seleksi CPNS 2020.

Saat dikonfirmasi terkait informasi adanya CPNS 2020, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas BKN Paryono tak menampik adanya kemungkinan pembukaan keran CPNS 2020.

Lampaui Passing Grade Tapi Tak Yakin Lolos SKB CPNS 2019? Simak Nilai Tes SKD Pesaing Kalian di Sini

Dibanding Tes SKD CPNS 2018 Lalu, Tahun Ini Jumlah Pelamar yang Lolos Passing Grade Lebih Banyak

Wajibkah Peserta CPNS 2019 Memakai Sepatu Pantofel saat Mengikuti Tes SKD? Begini Penjelasan BKN

Paryono mengatakan pembukaan CPNS 2020 kemungkinan akan digelar dalam beberapa waktu ke depan.

"Bulan September tahun ini (mungkin akan dibuka untuk CPNS 2020)," kata Paryono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Namun, imbuhnya, hal tersebut masih harus dikaji secara mendalam.

Formasi CPNS 2020

Saat disinggung terkait dengan jumlah formasi dan instansi mana saja yang akan mengikuti CPNS 2020, pihaknya belum mengetahui secara pasti.

"Belum ada Permenpan-RB yang mengatur mengenai jumlah formasi dan rincian formasi yang akan diterima," papar dia.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Andi Rahadian.

Saat ini, imbuhnya Kemenpan-RB masih fokus menyelesaikan pengadaan atau penerimaan CPNS 2019.

Pasalnya, menurut dia, saat ini CPNS 2019 baru memasuki fase tes SKD dan dilanjutkan tes SKB.

"Mungkin saja September 2020. Tapi masih perlu pembahasan lanjutan," kata Andi menjelaskan.

Mengisi kekosongan Lebih lanjut, penerimaan CPNS pada tahun 2020 prinsipnya adalah untuk mengisi PNS atau ASN yang sudah pensiun.

Tentunya, juga sesuai dengan kebutuhan dari kementerian-kementerian dan lembaga di pusat dan daerah.

Kemungkinan besar, formasi rekrutmen CPNS 2020 akan diisi oleh instansi yang tidak membuka seleksi CPNS 2019.

"Ya memang pada saat mereka (instansi) mengajukan penundaan untuk pembukaan CPNS 2019 kan kita memberikan surat persetujuan dan kita memang mendorong supaya untuk dibuka tahun ini," kata Andi.

"Contohnya adalah Kemenpar dan Ekonomi Kreatif," kata Andi.

Menurut dia, Kemenpar dan Ekonomi Kreatif menunda pelaksanaan CPNS 2019 karena adanya struktur baru yang masuk ke kementerian tersebut.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada semua instansi kementerian dan lembaga serta pemerintah provinsi maupun kabupaten kota untuk menyampaikan kembali kebutuhan formasi untuk pelaksanaan CPNS 2020.

"Di daerah-daerah kan ada beberapa yang menyatakan tidak membuka seleksi penerimaan CPNS untuk tahun ini," ungkap Andi.

"Nah, untuk yang tidak membuka penerimaan CPNS pada tahun ini, kita minta untuk disampaikan kebutuhan formasinya untuk CPNS tahun 2020 sebagai bahan pertimbangan kita untuk menetapkan formasinya," sambungnya.

Permohonan kebutuhan formasi tersebut, imbuhnya, sebagai bahan pertimbangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk melengkapi kebutuhan formasi di setiap instansi. (Sriwijaya Post /Kompas.com)

Penulis: Suharno
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved