Korban Miras Oplosan di Jakarta Timur

Polisi Usut Kasus Dugaan Miras Oplosan yang Tewaskan Dua Warga Jakarta Timur

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan sudah menerima laporan pihak keluarga satu dari dua korban yang diduga tewas keracunan

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jenazah Soni (34) saat disemayamkan di rumah duka, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Jajaran Polrestro Jakarta Timur mengusut kasus dugaan miras oplosan yang dijual satu pedagang warung jamu di Kecamatan Ciracas.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan sudah menerima laporan pihak keluarga satu dari dua korban yang diduga tewas keracunan.

"Penyidik sekarang sedang melakukan pendalaman. Terkait siapa yang menjual dan apa jenis minuman yang dijual sedang kita dalami," kata Arie di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020).

Perihal informasi yang disampaikan pihak keluarga bahwa beberapa bulan lalu ada tiga warga Jakarta Timur yang juga tewas keracunan.

Untuk sekarang dia belum dapat memastikan kebenaran pernyataan tersebut karena penyelidikan baru berlangsung.

"Nanti kita cek lagi, kita dalami. Pihak keluarga sudah melapor ke Polsek Ciracas dan anggota sekarang sedang melakukan pendalaman," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Ciracas Kompol Rudy Haryanto membenarkan pihak keluarga sudah melapor pada Minggu (9/2/2020).

Namun dia tak membeberkan sudah berapa saksi yang diperiksa atau apakah pedagang miras yang mengoplos telah diamankan.

"Masih lidik," singkat Rudy.

Sebelumnya, dua warga Kelurahan Ciracas yakni Deni (41) dan Soni (34) tewas usai menenggak miras jenis Gingseng pada Kamis (6/2/2020).

Miras tersebut mereka beli dari satu warung jamu dekat kantor Kelurahan Ciracas yang per bungkus kemasan plastiknya dijual Rp 20 ribu.

Kakak sepupu Soni, Abdul Latip (41) yakin pedagang tempat saudaranya membeli miras mengoplos karena warna Gingseng berbeda dari umumnya.

"Waktu saudara saya beli enggak ditambahin apa-apa. Jadi sudah dioplos dari sananya, warnanya Gingsengnya hitam, seperti oli bekas," kata Abdul, Senin (10/2/2020).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved