Sisi Lain Metropolitan

9 Bulan Tak Pulang dan Jadikan Becak Sebagai Rumah Berjalan, Berikut Hal yang Dirasakan Wagimun

Becak yang sudah usang dan tak layak ditumpangi itu disewanya seharga Rp 3 ribu perharinya, dan diubah menjadi rumah berjalan

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Wagimun, penjual minuman keliling di Bekasi yang menggunakan becak, Selasa (11/2/2020). 

Tak lupa ia juga mencuci pakaiannya dan ia jemur di tanah kosong.

"Mandi ya mandi. Kalau cuci baju tinggal di jemur di tanah kosong aja. Nanti sore di ambil sekalian lewat. Kayak begitu aja selama 9 bulan," katanya.

Sementara untuk tidur, Wagimun biasanya mencari tanah kosong atau halaman masjid untuk bermalam.

Dengan alas kardus yang dibawanya, ia akan tidur tanpa selimut dan bantal.

"Tapi belum lama ada yang kasih saya bantal. Sekarang saya tidur sudah ada bantalnya," jelasnya.

Modal minuman utang

Penghasilan sehari-hari tak menentu dan di bawah Rp 20 ribu, membuat Wagimun sering berutang kepada agen atau warung.

"Kalau uang hari ini habis. Ya paling utang di warung langganan aja. Paling banyak banget Rp 25 ribu. Nanti kalau ada uang saya bayar," katanya.

Biasanya Wagimun memerlukan waktu selama 4 hari untuk membayar utang tersebut.

"Habis dibayar saya ngutang lagi. Ya tapi gimana ya namanya hidup harus semangat. Mau ngeluh juga tetap enggak boleh nyerah gitu aja," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved