Sisi Lain Metropolitan
Sedihnya Bolot Dua Tahun Jadi Badut Mampang, Uang Hasil Ngamen Dibelikan Motor Tapi Digadai Anak
Pria tua yang akrab disapa Pak Bolot ini sehari-hari menjadi badut mampang di Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi. Sedih saban ingat kelakuan anak.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Y Gustaman
Meski sudah memiliki anak, cucu dan menantu, Pak Bolot enggan satu atap dengan anaknya.
Diam-diam ia menyimpan rasa kesal terhadap anak sematawayang dan menantunya.
Tiba-tiba saja Pak Bolot menangis, sedih ketika membahas kelakuan sang anak kepadanya.
Belum lama ini ia sakit hati akibat kelakuan anak dan menantunya, menggadaikan motor hasil jerih payah selama mengamen sebagai badut mampang.
"KTP saya kan hilang. Jadi saya ambil motor kredit pakai nama menantu saya."
"Nah ini belum lama dia mempersalahkan hal tersebut."
"Hati saya sakit rasanya. Punya anak satu tapi jahat ke saya," Pak Bolot menangis sesenggukan.
Pak Bolot menjelaskan, motor yang ia kredit memang menggunakan KTP menantunya.
"Ini motor pakai nama suami saya, berarti ini motor berhak saya pakai," ucap Mantini seperti ditirukan Pak Bolot.
"Di situ motor saya diambil. Padahal itu transportasi saya kalau ngebadut."
"Itu motor juga saya yang bayar cicilannya. Tapi kagetnya dia ngerasa milikin," ungkap Pak Bolot.

Selesai berdebat, anak dan menantunya membawa pergi motor tersebut dan mengharuskan Pak Bolot bekerja menggunakan angkot selama 6 bulan.
"Kesal saya digituin. Pas saya tanyakan motornya mana, ternyata digadai."
"Akhirnya enggak saya teruskan bayarannya. Saya pilih beli motor bekas dengan uang Rp 2,5 juta yang saya kumpulin sedikit-sedikit dari dulu," katanya.
Uang Mengamen untuk Beli Kain Kafan