Formula E
Polemik Formula E: Pandangan Pemprov DKI, Jak Pro, Hingga Kritik Rujak Center for Urban Studies
ajang balap Formula E seyogyanya jangan seperti perhelatan olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil beberapa tahun lalu
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Dia menyatakan, Jak Pro sebagai pihak yang dipercaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menerima masukan dari berbagai pihak.
Terkhusus menyoal ajang balapan mobil listrik tersebut.
"Kami menerima semua masukan dari pihak-pihak terkait tentang pembangunan sirkuit di Monas," ucap dia.
Dia memastikan, akan menjaga cagat budaya dan kelestarian Monas.
"Baik itu untuk menjaga cagar budayanya, kelestariannya, semua sudah jadi masukan kami dari awal," kata Hilbram.
"Kami juga sudah menyiapkan itu," sambungnya.
Sementara, sirkuit Formula E ditargetkan rampung Februari 2020.
"Setelah ada peresmian dari pak Gubernur lokasinya di kawasan Monas, targetnya sih bulan ini," ucap dia.
Pemprov DKI melalui Jak Pro berencana menyelengarakan ajang balap Formula E ini pada 6-8 Juni 2020.
Kebimbangan Membangun Sirkuit
Deputy Director Communication PT Jakarta Propertindo, Hilbram Dunar, menyatakan pihaknya akan membangun sirkuit balapan Formula E.
Sirkuit tersebut nantinya bakal dibangun di sekitaran Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Menyoal permanen atau tidaknya aspal lintasan balap Fomula E ini belum dipastikan.
Entah nantinya aspal lintasan balap akan dibongkar pasang atau selamanya.
"Belum diputuskan. Tapi kemungkinan bisa dua-duanya. Bisa dilapis, bisa juga diangkat semua batunya, habis itu cabut lagi," kata Hilbram, saat diwawancarai awak media, di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/2/2020).