Praktik Aborsi Ilegal di Paseban

Praktik Aborsi Ilegal di Paseban Jakarta Utara, Ini Tanggapan Ketua Komisi Perlindungan Anak

Jajaran Polda Metro Jaya melakukan konferensi pers tentang kasus praktik aborsi ilegal, di Jalan Paseban Raya nomor 61, Jakarta Pusat.

Praktik Aborsi Ilegal di Paseban Jakarta Utara, Ini Tanggapan Ketua Komisi Perlindungan Anak
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (ketiga dari kanan), Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait (kedua kiri), dan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes DKI, Wening (paling kanan), saat konferensi pers, di tempat aborsi kawasan Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Jajaran Polda Metro Jaya melakukan konferensi pers tentang kasus praktik aborsi ilegal, di Jalan Paseban Raya nomor 61, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020) siang.

Ada tiga tersangka dalam kasus pratik aborsi ilegal, yakni MM alias A (46), RM (54) dan SI (42).

Konferensi pers ini dihadiri Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait.

Begitu pula dengan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan DKI, Wening.

Merdeka Sirait mengatakan, apa yang dilakukan MM beserta rekannya telah melanggar kemanusian.

Dia mengatakan, MM dan rekannya dapat dikenakan Undang-Undang (UU) perlindungan anak, tentang aborsi.

Sebab, menurutnya, perlindungan anak ini berada di bawah 18 tahun sejak di dalam kandungan sekalipun.

"Karena definisi perlindungan anak itu, anak di bawah 18 tahun. Sejak di dalam kandungan sekalipun," ucap Merdeka Sirait.

Dia melanjutkan, setiap calon bayi memiliki hak hidup.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved