Selain Chikungunya, 60 Orang 'Suspect' dan 15 Orang Positif Terjangkit DBD di Tangsel
Tulus mengatakan persebaran pasien suspect maupun positif DBD tersebar rata di seluruh kecamatan di Tangsel.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Selain virus chikungunya, Tangerang Selatan (Tangsel) juga terserang wabah Demam Berdarah dengue (DBD).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Tangsel, Tulus Muladiono, mengatakan sejak Januari hingga pertengahan Februari 2020 ini, sebanyak 60 orang suspect DBD.
60 orang yang masih suspect tersebut sedang menjalani pemeriksaan laboratorium.
Sedangkan, ada 15 orang lainnya dinyatakan positif terserang virus yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu.
"60 orang yang masih suspect tersebut sedang menjalani pemeriksaan laboratorium," ujar Tulus di Jalan Lamtoro, Pamulang Timur, Pamulang, Tangsel, Jumat (14/2/2020).
Tulus mengatakan persebaran pasien suspect maupun positif DBD tersebar rata di seluruh kecamatan di Tangsel.
"Hampir semua kecamatan ada. Ratalah, tapi peningkatan tidak terlalu banya," ujarnya.
Laporan tersebut didapatkan Tulus dari Puskesmas dan rumah sakit yang ada di wilayahnya.
• Guru Pelaku Kekerasan Siswa SMA Negeri 12 Kota Bekasi Disarankan Tidak Lagi Ditugaskan di Sekolah
• Ribuan Pasien Aborsi Ditangani Dokter Ilegal di Jakarta Pusat, Alasannya Karena Ini
• Wabah Chikungunya, Dewan Sesalkan Pemkot Tangsel Gagal Petakan Penyakit Usai Musim Hujan
"Kita laporan perminggu. Tapi minggu ke-7 ini baru terdata seperti itu baik dari puskes maupun ke rumah sakit," jelasnya.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, penyakit yang juga tengah mewabah di Tangsel adalah chikungunya.
Data TribunJakarta.com berdasarkan keterangan Ketua RW setempat, chikungunya menjangkit 70 orang di Kampung Rawa Lele, Jombang, Ciputat, dan 60 orang di Jalan Lamtoro, Pamulang Timur, Pamulang.