Tips Memilih Batik Asli di Tengah Maraknya Batik Tiruan
Pasalnya, hanya orang yang benar-benar mengerti batik dapat mengetahui batik tersebut asli atau tidak.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Jenis kain batik asli berasal dari kain serat alami antara lain sutra, katun, kain rayon, dan kain rami.
"Warna kain batik tampak depan atau belakang hampir sama warnanya. Kemudian kita harus tahu jenis kain yang digunakan itu apa," ungkapnya saat ditanya TribunJakarta.com.
Komarudin sempat membentangkan kain batik berwarna dasar kuning kepada awak media saat tengah melakukan presentasi di depan.
"Ini coba dipegang halus enggak? halus ya, seperti sutra ya," katanya kepada awak media.
Namun tak berselang lama, Komar memutar kain tersebut sehingga tampak belakang kain terlihat.
Kala diperlihatkan, warna tampak depan kain dan tampak belakangnya jauh berbeda.
Ada ketimpangan warna antara kuning sebagau warna asli di depan dan warna putih di belakangnya.
"Coba lihat, Ini bukan batik, tapi kalau lihat motifnya ini seperti batik. Tapi ini adalah asli digital print. Kalau dibilang asli spanduk boleh, lah," jelasnya.
Saat ini, lanjut Komarudin, banyak sekali penjual yang mengaku-ngaku menjual batik asli dengan membuat ragam hias yang menyerupai batik asli.
Padahal, proses pembuatannya tidak sama seperti batik tulis atau cap.
"Itu bukan batik. Apalagi kalau kita lihat di market place atau portal online, masa batik dijual Rp 100 ribu dapat tiga. Itu sebenarnya bukan batik tapi tekstil bercorak batik atau tiruan," jelas pria yang memiliki toko batik di Kota Bandung, Jawa Barat tersebut.
• Pemain Sepak Bola Indonesia Tewas Akibat Tersambar Petir, Mengalami Luka Bakar di Sekujur Tubuh
• Pemkot Bekasi Jamin Biaya Pemakaman untuk Warganya Nol Rupiah
• Mahasiswi Ini Kaget Anak Kucing Terjebak di Kap Mobilnya
Batik Tulis Bernilai Mahal Sebagai Apresiasi Karya Para Pembatik
Batik tulis lebih mahal ketimbang batik tiruan karena dihasilkan dari tangan langsung pembatiknya.
Batik tulis dihasilkan dari jerih payah sang pembatik yang memerlukan segenap energinya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, Yanti Airlangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/yayasan-batik-indonesia-menggelar-workshop-1.jpg)