Retribusi Sampah Hanya Rp 5 Ribu, Masyarakat Tangerang Diminta Tegas Bila Ada yang Naikkan Biaya

Tetapi dari aturan yang ada pihak RT dan RW harus menjelaskan kepada masyarakat dan transparan soal retribusi sampah.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat memimpin apel di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (24/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan retribusi sampah yang dipungut ke masyarakat hanya Rp 5 ribu per rumah.

Hal itu sebagaimana termaktub dengan Perda No 1 Tahun 2011 tentang retribusi pelayanan sampah.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, jika biaya retribusi ada yang sampai Rp 30 ribu masyarakat harus menanyakan kepada RT dan RW.

"Karena kita harus mengacu kepada Perda yang sudah di atur, apalagi masalah sampah kita sudah susun agar tidak membebankan masyarakat," ujarnya saat ditemui di Plaza Pemkot Tangerang, Senin (24/2/2020).

Arief menambahkan, pengelolan retribusi sampah biasanya dikelola oleh masing-masing RT dan RW.

Tetapi dari aturan yang ada pihak RT dan RW harus menjelaskan kepada masyarakat dan transparan soal retribusi sampah.

"Saya beberapa hari ini sering mendapatkan laporan dari masyarakat, retribusi sampah ada yang Rp 20 ribu dan ada Rp 30 ribu. Ini harus dipertegas oleh masyarakat, biaya segitu termasuk apa saja. Masyarakat juga berhak bertanya kepada masing-masing RT yang ada di wilayah mereka," paparnya.

Polisi Ringkus Pelaku Perundungan yang Caci Maki Korbannya dengan Kata-kata Rasis

Ia menjelaskan, dalam Perda tersebut biaya retribusi sampah bisa besar tergantung luas rumah.

Jika rumah tersebut dibawah 100 meter maka hanya Rp 5 ribu, tetapi jika diatas 100 meter hingga 200 meter tinggal dikalikan saja berapa yang harus dipungut.

"Jadi bukan dipukul rata sekian, RT dan RW juga harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menjadi sebuah pertanyaan. Nantinya juga akan dibuat sistem pembayaran dengan non tunai, hal tersebut untuk bisa lebih transparan walaupun tidak besar," ungkap Arief.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved