Virus Corona di Indonesia

Soroti Warga yang Belanja Masker Berlebihan, Tenaga Ahli KSP: Itu Sama Saja Mengambil Jatah Orang

Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian menyoroti fenomena panic buying yang terjadi di masyarakat.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar YouTube/Talk Show tvOne
Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian soroti pemborong masker di pasaran. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muji Lestari

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (KSP), Donny Gahral Adian menyoroti fenomena panic buying yang terjadi di masyarakat.

Hal itu diungkapkan Donny, dalam tayangan YouTube Apa Kabar Indonesia Pagi TvOne (4/3/2020).

Sejak Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) secara resmi mengumumkan adanya 2 WNI yang positif terjangkit virus corona, masyarakat Indonesia seolah berlomba-lomba berburu masker untuk mencegah dan melindungi diri dari virus tersebut.

Banyaknya pemburu masker, membuat persediaan di pasaran semakin menipis.

Imbasnya kini masker jadi langka dan sulit didapatkan.

Tak hanya itu, langkanya masker juga membuat harga masker jadi melonjak hingga 10 kali lipat.

Marak Berita Soal Corona, 2 WNI Positif Covid-19 Mengaku Tertekan: Saya Stres, Bukan Karena Sakitnya

Baru-baru ini diketahui terdapat sejumlah oknum yang kedapatan menimbun masker dalam jumlah banyak.

Melansir tayangan YouTube Talk Show TvOne (4/3/2020), Tenaga Ahli Utama KSP mengatakan, sejumlah oknum yang dengan sengaja menimbun masker tersebut membuat membuat harga masker di pasaran melonjak.

Donny Gahral Adian pun mengaku sangat menyayangkan hal itu terjadi.

Ia juga mengatakan, pihak pemerintah pasti akan menindak tegas para oknum licik yang dengan sengaja menimbun masker yang saat ini sedang dibutuhkan masyarakat banyak terseut.

"Segala upaya yang mengambil kesempatan dalam kesempitan akan ditindak tegas tentu saja," kata Donny.

Donny juga menyampaikan imbauan presiden terhadap masyarakat agar tidak panik.

Ramai Diburu, Inilah Kegunaan Hand Sanitizer Lengkap dengan Harga dan Cara Pembuatannya

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut meyebarkan berita bohong yang beredar.

"Presiden mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak ikut menyebarkan hoax mengenai Covid-19 ini," ungkap Donny.

Tak lupa, Donny juga menyoroti sikap masyarakat yang terkena panic buying dan melakukan belanja berlebihan, terutama masyarakat yang belanja masker secara berlebihan.

"Kemudian juga tidak eksesif ya dalam menghadapi ini (virus corona), dengan misalnya panic buying," kata Donny.

"Belanja berlebihan, belanja masker berlebihan," lanjutnya.

Menurut Donny, orang yang melakukan belanja masker secara berlebihan, secara tidak langsung orang tersebut telah mengambil jatah orang lain yang benar-benar membutuhkan.

Sederet Fakta Penimbun Masker & Cairan Antiseptik di Semarang Ditangkap Polisi, Terancam 5 Tahun Bui

"Karena kalau kita melakukan itu, maka kita mengambil jatah orang yang sungguh-sungguh membutuhkan," kata Donny.

Donny juga mengungkapkan, dalam situasi seperti ini seharusnya kita dapat menunjukan rasa solidaritas kepada sesama.

Hal itu bisa dilakukan melalui cara dengan belanja secukupnya, agar pihak lain yang membutuhkan juga bisa mendapatkannya.

"Di sinilah kita sebagai bangsa harus menunjukan solidaritas kepada sesama,"

"Terhadap mereka yang memang membutuhkan perlengkapan itu," ujar Donny.

Donny kembali menekankan, bahwa oknum-oknum yang justru mengambil kesempatan demi keuntungan pribadi tersebut akan ditindak tegas.

Inilah Perbedaan Antara Virus Corona, Influenza, dan Flu Biasa: Bisa Dilihat dari Gejala Klinisnya

Bahkan Donny mengatakan oknum-oknum tersebut bisa dihukum secara pidana.

"Sekali lagi, bagi mereka yang mengambil kesempatan dalam kesempitan ketika kasus Covid-19 ini merebak, itu akan ditindak dengan sangat tegas,"

"Ada ancaman pidananya juga," ungkap Donny.

SIMAK VIDEONYA:

Polisi Tangkap Penimbun Masker di Tanjung Duren Jakarta Barat

 Polisi membongkar praktik penimbunan  masker di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru membenarkan hal tersebut.

Namun, dia masih enggan membeberkan secara lengkap.

Ia menyerahkan penangkapan tersebut kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

"Iya, tapi tanya Pak Yusri ya," kata Audie saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Selasa (3/3/2020).

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan akan memberikan secara detail soal penggerebekan penimbunan masker itu pada Rabu (4/3/2020) esok.

"Iya, besok ya (dijabarkan)," kata Yusri.

Diketahui, pasca merebaknya virus corona, masker dan hand sanitizer atau pembersih tangan berbasis alkohol menjadi barang langka yang ditemukan.

Sejumlah tempat seperti apotek, toko obat maupun minimarket sudah beberapa waktu belakangan tak lagi menjual dua benda tersebut lantaran kosongnya pasokan.

Sekalipun ada yang menjual, harganya sudah naik berkali lipat.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved