Virus Corona di Indonesia
Sayangkan Info Alamat Pasien Corona di Depok Tersebar, Bu RT & Warga Kena Dampak: Anak Saya Histeris
Anis Hidayah, Ibu RT perumahan pasien positif corona di Depok sangat menyayangkan identitas warganya tersebar luas di publik.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM - Anis Hidayah, Ibu RT perumahan pasien positif corona di Depok sangat menyayangkan identitas warganya tersebar luas di publik.
Selain itu, alamat tempat tinggal pasien positif virus corona di kawasan Depok itu juga tersebar di publik.
Dikatakan Anis, pembeberan data privasi keluarga hingga lingkungan tempat tinggal itu merupakan statment dari pihak yang mempunyai otoritas.
Terlebih informasi detail itu juga tersebar lewat pesan di grup WhatsApp.
Hal itu membuat syok pasien dan para warga di tempat tinggal di kawasan Depok tersebut.
"Pasien sama terkejutnya dengan warga Indonesia yang mendengar soal kabar warga Indonesia yang diduga kena virus corona," ujar Anis yang juga tetangga pasien 1 dan 2 dikutip dari acara Mata Najwa, Kamis (5/3/2020).
"Yang paling membuat shock data privasi keluarga itu dibeberkan di umum dan stament otoritas dari A-Z itu beda semua dan semua menyakitkan bagi pasien, lingkungan tempat tinggal," sambungnya.
• Penampakan Rizky di Sidang Kasus Pencurian Motor, Sempat Begini saat Bersampingan dengan Baim Wong
Tersebarnya identitas pasien dan tempat tinggal secara detail itu membuat Anis dan warga lainnya merasakan dampak yang cukup banyak.
Bahkan Anis mengaku anaknyapun ikut merasakan dampak tersebut.
Hal itu langsung ditanyakan Najwa Shihab kepada Anis.
"Kami sudah merasakan banyak sekali kerugian di perumahan kami akibat informasi yang simpang siur," ucap Anis.
• Pencuri Motornya Kirim WhatsApp dari Penjara & Minta Ini ke Baim Wong, Begini Isi Pesannya
"Apa saja dampaknya dari kehebohan ini setelah disebutkan spesifik disebutkan alamatnya?" tanya Najwa Shihab.
Dampak pertama yang diceritakan Anis adalah warganya tak bisa mengantor ketika berita corona ini diumumkan pada, Senin (2/3/2020).
Dikatakannya, hal itu berlaku sampai yang bersangkutan memiliki surat resmi bebas corona dari pihak yang memiliki otoritas.
"Ini juga kami sulit komunikasikan," keluhnya.