Virus Corona di Indonesia
Wabah Corona Tentukan Nasib Kongres Partai Demokrat di Jakarta, SBY Utus Hinca Temui Anies Lobi Izin
Kongres Partai Demokrat yang direncanakan digelar Mei 2020 mendatang di DKI Jakarta masih dikaji, karena mempertimbangkan wabah virus corona.
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Dalam foto yang diunggah, Hinca nampak berbincang dengan Anies. Ia ditemani Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Desie Christhyana, Penasehat Fraksi Misan Samsuri, serta Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Taufiqurrahman. (*)
Jadwal kongres Demokrat mungkin berubah

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, kongres partai yang direncanakan digelar Mei 2020 mendatang di DKI Jakarta masih dikaji.
Partai Demokrat mempertimbangkan kemungkinan terburuk penyebaran Sars coronavirus tipe 2 di Indonesia.
Apalagi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan mitigasi penularan infeksi virus corona dengan menyetop izin acara yang melibatkan banyak orang.
"Memang bulan Mei rencananya jika sesuai AD/ART. Apakah bulan Mei atau dipercepat, belum kami putuskan. Tapi melihat situasi nasional sekarang, adanya kasus corona ini kan perlu keprihatinan kita semua. Perlu preventif kita semua," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).
Syarief menegaskan, Partai Demokrat menaruh perhatian besar terhadap kasus virus corona.
Oleh karena itu, partai kemudian mengutus Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan untuk berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Kami sangat concern tentang virus corona. Karena ini kan menyangkut tentang rakyat dan ini sudah bahaya yang sifatnya global dan sangat rentan, sangat cepat, sehingga kami lebih memeprhatikan masalah virus corona," ujar dia .
Dia mengatakan, masih banyak alternatif waktu dan lokasi untuk menyelenggarakan kongres partai.
Ia menyebut Partai Demokrat akan terus memantau situasi untuk memutuskan penyelenggaraan kongres yang tepat.
Dalam kongres Demokrat tahun ini, Syarief berharap akan ada sosok pemimpin baru untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua umum partai berlambang bintang Mercy.
"Belum tahu (berganti ketua umum atau tidak), dilihat dikongres saja nanti. Mudah-mudahan ada leader yang muncul lagi," ucapnya.
Sementara terkait putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono akan dimajukan sebagai calon tunggal, Syarief tidak mempersoalkan hal tersebut.
"Calon tunggal atau ada persaingan sama saja, yang penting mendapatkan ketua umum yang diamanatkan oleh kongres," tutur Syarief. (Tribunnews/Kompas.com)