Mahasiswa Gunadarma Demo Kampus

Mediasi Terbuka Mahasiswa Gunadarma dengan Rektorat Berjalan Hingga Malam Hari

Hingga Semin pukul 19.30 WIB, mediasi terbuka antara pihak perwakilan Rektor dengan dengan mahasiswa Universitas Gunadarma belum juga berakhir.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Mediasi terbuka antara pihak Rektorat Universitas Gunadarma dengan mahasiswa terkait sistem pembayaran kampus, Senin (9/3/2020). 

Kecewa dengan sistem yang "serampangan", hari ini ribuan mahasiswa Universitas Gunadarma, Beji, Kota Depok, menggelar aksi demo.

Leo salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut mengatakan, isu utama dalam aksi ini adalah menuntut pihak kampus atas ketidakjelasan sistem pembayaran.

Akibat ketidakjelasan sistem pembayaran ini, Leo pun mengaku berimbas terhadap kegiatan belajar di kampusnya yang menjadi terhambat.

"Paling krusial adalah kebijakan pembayaran, harusnya ada beberapa pilihan dari kampus seperti pecah blangko 50 : 50, atau dibagi dua, sekarang berubah," ucap Leo di Kampus Gunadarma Margonda, Senin (9/2/2020).

Ayah dan Ibu Siswi SMP yang Membunuh Bocah 6 Tahun Dipaksa Pindah Rumah, Warga: di Sini Pada Trauma

Geledah Rumah Ririn Ekawati, Polisi Temukan 7 Butir Pil dari Kotak Obat Mendiang Suami

Lebih rinci, Leo berujar pecah blangko yang dimaksud adalah pilihan untuk mahasiswa yang hendak membayar biaya Satuan Kredit Semester (SKS).

"Jadi dicicil pertama dan kedua, tenggat waktu selama satu bulan per semester," sambungnya

Namun, seiring berjalannya waktu pilihan pecah blangko ini berubah menjadi 70 dan 30, sementara bika cicilan tidak dibayarkan hingga batas waktu yang ditentukan, nilai mahasiswa tidak dikeluarkan hingga dianggap cuti.

"Dulu kami masih diberikan keleluasaan dalam pembayaran, sekarang nggak lunas sampai batas waktu yang ditentukan ya cuti," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved