Breaking News:

Cegah DBD, Pemkot Bekasi Ajak Warga Pilih Satu Anggota Keluarga untuk Jadi Jumatik di Rumah

Juru Bicara Pemkot Bekasi Victor Yudistira, mengatakan, penerapan satu rumah satu jumantik sejauh ini terus disosialisasikan melalui RT/RW.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Ega Alfreda
Tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan Fogging yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk membunuh jentik nyamuk, Senin (24/2/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan mengajak warga terapkan gerakan satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (jumantik).

Juru Bicara Pemkot Bekasi Victor Yudistira, mengatakan, penerapan satu rumah satu jumantik sejauh ini terus disosialisasikan melalui RT/RW dan kander Jumatik di setiap Kelurahan.

"Pembentukan gerakan satu rumah satu jumantik ini dilakukan oleh setiap keluarga untuk menunjuk satu orang anggota keluarga memeriksa rumahnya sendiri apakah di rumahnya ada jentik nyamuk," kata Victor di kantor Pemkot Bekasi, Kamis, (12/3/2020).

Gerakan satu rumah satu jumantik diharapkan dapat berjalan dengan baik, jika setiap rumah di satu lingkungan menerapkan gerakan tersebut, bisa dipastikan potensi terkena DBD akan berkurang.

"Karena gerakan satu rumah satu jumantik sebagai langkah awal rumahnya bersih apa tidak atau ada atau tidak jentik nyamuk," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, Dinkes sejuah ini telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meminimalisir kasus DBD di Kota Bekasi secara keseluruhan.

"Upaya dari tahun ke tahun tentunya mulai dari administratif berupa surat edaran walikota tentang kewaspadaan dini dan tentunya secara teknis banyak hal yang kita lakukan," ucap Dezy.

"Mulai dari percepatan kordinasi di tingkat lingkungan hingga ke rumah sakit melalui whatsapp grup, gerakan PSN (Pembasmian sarang nyamuk), perkuat kader Jumantik di setiap RW terus kita lakukan," paparnya.

Dezy menilai, kasus DBD harus disikapi dengan kesadaran masing-masing individu. Pemkot Bekasi dalam hal ini Dinkes selalu berupaya dan mengajak masyarakat untuk sama-sama memerangi potensi penyakit DBD.

"Jagan bilang peduli DBD jika belum menjadi Jumantik di rumah sendiri, jadi mininal masing-masing dari kita peduli sama kebersihan rumah sendiri," tegas dia.

"Gerakan satu rumah satu jumantik juga terus kita sosialisasikan, lalu setipa jumat melalui kader Jumantik di setiap RW melakukan kegiatan PSN dengan melakukan 4M (menutup, menguras, mengurus dan memantau)," ujarnya.

Adapun kasus DBD di Kota Bekasi sepanjang periode Januari hingga Februari 2020 ini tercatat sebanyak 109 kasus. Dari total kasus itu paling banyak terjadi di tiga kecamatan diantaranya, Bekasi Barat, Rawalumbu dan Pondok Gede.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved