Sidang Pembunuh Ayah Anak di Lebak Bulus

Saksi Ungkap Utang Aulia Rp 2,5 Miliar, Bukan Rp 10 Miliar Seperti di BAP

Menurut dia, Aulia meminjam uang ke bank untuk modal usaha dengan mengatasnamakan CV Cipta Kreasi.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH
Terdakwa kasus pembunuhan berencana, Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/3/2020).

Dalam persidangan hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan petugas Bank BRI cabang Cimanggis, Darusman Tarigan.

Darusman membenarkan Aulia memiliki utang pinjaman di Bank BRI cabang Cimanggis.

Namun, nominalnya bukan Rp 10 miliar seperti yang disebutkan Aulia dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) maupun dakwaan Jaksa.

"Nilai pinjamannya Rp 2,5 miliar. Itu terdiri dari dua pinjaman. Untuk angsurannya yang satu Rp 18 juta, satu lagi 21 juta. Jadi kurang lebih Rp 40 juta sebulan," kata Darusman.

Menurut dia, Aulia meminjam uang ke bank untuk modal usaha dengan mengatasnamakan CV Cipta Kreasi.

"Agunannya (jaminan aset) tanah yang ada di samping rumah Lebak Bulus," ujar dia.

Taman Burung dan Museum Komodo Akan Disemprot Disinfektan Selama Dua Pekan

Sembuh, Pasien 01, 02, dan 03 RSPI Dapat Oleh-oleh Jamu dari Jokowi

Sebelumnya, Aulia di dalam BAP mengaku memiliki utang hingga Rp 10 miliar dengan angsuran Rp 200 juta per bulan.

Ia pun meminta sang suami, Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili, menjual rumah di Lebak Bulus untuk melunasi utangnya.

Namun, permintaan itu ditolak Pupunh. Berawal dari penolakan itu lah timbul niat Aulia untuk membunuh Pupung.

Ia beberapa kali mencari dukun guna menyantet Pupung, sampai akhirnya menyewa dua pembunuh bayaran, Kusmawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng.

Pembunuhan itu dilakukan di rumah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 23 Agustus 2019.

Dalam kasus ini, anak kandung Pupung, M Adi Pradana, juga menjadi korban.

Dua hari berselang, jenazah Pupung dan Dana dibakar di dalam mobil di tepi jurang di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved