Antisipasi Virus Corona di Depok
Pemkot Depok Bantu Logistik Warga Berstatus PDP dan ODP yang Isolasi Diri di Rumah
Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok akan memberikan bantuan bagi warga yang berstatus PDP atau ODP yang hendak mengisolasi diri di rumah.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN - Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok akan memberikan bantuan bagi warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP) yang hendak mengisolasi diri di rumah.
Melalui rilis yang diterima TribunJakarta.com, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan bantuan yang diberikan berupa logistik selama masa isolasi.
"Bagi PDP dan ODP yang melakukan isolasi mandiri di rumah akan mulai dibantu logistik Pemkot Depok dalam kurun waktu tertentu," ujar Idris dalam rilis yang diterima TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).
Dalam rilis tersebut, Idris juga berpesan kepada seluruh warga Kota Depok agar turut empati dan tidak mengucilkan bilamana ada tetangganya yang positif Covid-19, PDP, ataupun ODP.
"Tidak ada lagi sikap mengucilkan. Pasien positif corona, PDP maupun ODP adalah korban. Mereka adalah saudara kita, keluarga kita. Mereka warga dan bangsa kita. Mereka adalah diri kita. Solidaritas sesama kunci sehat bangsa," tambahnya.
Sekedar informasi, saat ini angka Covid-19 di Kota Depok terus meningkat dengan angka 19 kasus terkonfirmasi positif corona, 173 orang berstatus PDP, dan 568 orang berstatus ODP.
Update Corona di Depok
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok kembali mengeluarkan rilis data terbaru perkembangan Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat.
Berdasarkan data tersebut, ternyata ada sembilan dari 19 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang telah meninggal dunia.
Sebanyak sembilan korban meninggal dunia ini, tercatat sejak tanggal 18 Maret hingga 25 Maret 2020.
"Berkenaan dengan banyaknya permintaan agar jumlah kasus PDP meninggal disampaikan kepada publik, hari ini kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang meninggal di Kota Depok dari tanggal 18 Maret sampai dengan 25 Maret 2020 sebanyak 9 (sembilan) orang," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, dalam rilis tersebut, Rabu (25/3/2020).
Dadang menegaskan, orang yang berstatus PDP ini tidak bisa dinyatakan positif atau pun negatif terjangkit virus corona.
"Perlu kami tegaskan status PDP belum dinyatakan bahwa pasien tersebut positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang datanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Centre) Kementerian Kesehatan RI", tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya juga diwartakan bahwa satu dari 19 pasien terkonfirmasi positif corona di Kota Depok meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wali-kota-depok-mohammad-idris-di-crisis-center-covid-19-a.jpg)