Imbas Corona Stok Darah Menipis
PMI Jakut Beberkan Dampak Terburuk Menipisnya Stok Darah Imbas Pandemi Corona
Penurunan drastis stok darah di PMI Jakarta Utara terus terjadi di tengah pandemi corona atau COVID-19.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Penurunan drastis stok darah di PMI Jakarta Utara terus terjadi di tengah pandemi corona atau COVID-19.
Hal ini disinyalir terjadi lantaran warga yang takut keluar rumah untuk mendonorkan darahnya dan ketidakpahaman warga bahwa corona tidak dapat menyebar melalui donor darah.
Dampak terburuk dari terus berkurangnya stok darah ini pun dibeberkan Kepala Unit Transfusi Darah PMI Jakarta Utara dr. Ulfa Suryani.
Ulfa mengatakan, dampak pertama akan sangat dirasakan pasien-pasien pengidap thalasemia atau penderita anemia berat.
Pengobatan pasien thalasemia, kata Ulfa, akan sangat bergantung pada stok darah.
"Pasien-pasien thalasemia yang memang pengobatannya bergantung pada darah, itu tidak akan tertangani. Kemudian ya kematian akan meningkat," kata Ulfa saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).
Menipisnya stok darah juga akan berdampak terhadap pasien-pasien di rumah sakit.
Selain pasien-pasien yang mengalami pendarahan, ibu hamil yang akan menjalani persalinan juga akan sangat membutuhkan darah.
"Bukan hanya kematian karena corona, tapi kematian karena pendarahan yang tidak ada stok darahnya. Karena darah tidak bisa diganti dengan obat apapun kan," ucap Ulfa.

Ulfa pun mengakui bahwa rumah sakit-rumah sakit di sekitaran Jakarta Utara terus meminta persediaan kantong darah.
Namun, kenyataannya saat ini stok darah di PMI Jakarta Utara hanya tersisa 30 kantong.
"Untuk persiapan operasi nggak bisa dilakukan karena nggak ada darah. Kalo misalnya operasi buka dada atau buka perut kan harus ada darah di situ," kata Ulfa.
"Akhirnya tertunda, dampak dari tertundanya itu banyak, kalo memang nyawanya masih bisa ditahan, tapi kalo enggak gimana?," imbuh dia.
Ia pun mengimbau agar masyarakat yang sehat tidak perlu takut untuk datang ke PMI Jakarta Utara untuk mendonorkan darah mereka.
"Kita tidak bisa menunggu COVID-19 ini selesai. Untuk itu kita mengimbau bagi yang sehat untuk dapat meluangkan waktunya donor darah, karena COVID-19 tidak menular lewat transfusi darah," imbau dia.
Ulfa memastikan bahwa di kantor PMI Jakarta Utara pastinya ditetapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) pelayanan donor darah menyesuaikan dengan pencegahan corona.
"Apa yang kami lakukan sesuai dengan SOP yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti memberikan jarak 1 meter, melakukan disinfektan, sampai dengan penyediaan hand sanitizer di setiap sudut kantor PMI Jakarta Utara," katanya.
Warga Diimbau Tak Takut Mendonor
Penurunan drastis stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara terus terjadi di tengah pandemi corona atau COVID-19.
Hal ini disinyalir terjadi lantaran warga yang takut keluar rumah untuk mendonorkan darahnya dan ketidakpahaman warga bahwa corona tidak dapat menyebar melalui donor darah.
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Jakarta Utara dr. Ulfa Suryani mengatakan, per hari ini stok darah di PMI Jakarta Utara tersisa 30 kantong.
Jumlah itu menurun dari hari kemarin, Selasa (24/3/2020) yang berjumlah 69 kantong.
"Sekarang udah sisa 30. Nggak ada lagi. Nggak ada penambahan, berkurang terus," kata Ulfa saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).
Ia pun mengimbau agar masyarakat yang sehat tidak perlu takut untuk datang ke PMI Jakarta Utara untuk mendonorkan darah mereka.
"Kita tidak bisa menunggu COVID-19 ini selesai. Untuk itu kita mengimbau bagi yang sehat untuk dapat meluangkan waktunya donor darah, karena COVID-19 tidak menular lewat transfusi darah," imbau dia.
Ulfa memastikan bahwa di kantor PMI Jakarta Utara pastinya ditetapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) pelayanan donor darah menyesuaikan dengan pencegahan corona.
"Apa yang kami lakukan sesuai dengan SOP yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti memberikan jarak 1 meter, melakukan disinfektan, sampai dengan penyediaan hand sanitizer di setiap sudut kantor PMI Jakarta Utara," katanya.
PMI Jakarta Utara Akan Jemput Bola Cari Pendonor ke Permukiman

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara menyiapkan sejumlah langkah untuk menambah stok darah yang kini sangat menipis.
Salah satu langkah utama yang akan dilakukan yakni jemput bola ke permukiman warga untuk mencari pendonor darah.
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Jakarta Utara dr. Ulfa Suryani mengatakan, langkah tersebut sudah direncakan sejak pekan ini.
"Kita menjemput bola dengan cara, kita datang menggelar donor darah tapi dihadiri RW dan RT lima orang, lima orang dengan jarak distancing satu meter-satu meter," kata Ulfa saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).
Menurut Ulfa, pencarian donor darah ke permukiman warga ini mulai bisa dilakukan pada Senin (30/3/2020) pekan depan.
PMI Jakarta Utara sudah berkoordinasi dengan pihak RT-RW yang ada di Jakarta Utara terkait rencana ini.
Nantinya, kegiatan donor darah akan dilakukan menyesuaikan protokol pencegahan virus corona (COVID-19).
"Sebelum melakukan donor darah akan dilakukan penyemprotan disinfektan dulu di tempat kita melakukan donor darah, kita juga melengkapi petugas dengan alat pelindung diri," jelas Ulfa.
Adapun menipisnya stok darah ini terjadi karena permintaan yang tinggi dan tidak diimbangi oleh jumlah pendonor.
Menurut Ulfa, hal tersebut terjadi imbas merebaknya virus corona (COVID-19).
"Stok darah menipis karena adanya larangan keluar rumah, larangan bergerombol, ditakutkan adanya transmisi COVID-19 yang cepat," kata Ulfa.
Per tanggal 24 Maret 2020, stok darah PMI Jakarta Utara tersisa 69 kantong darah. Jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan per hari yang mencapai 633 kantong darah.
"Kebutuhan darah per hari 633 kantong, dengan total kebutuhan 19.000 kantong darah per bulan," ucap Ulfa.
Ia pun mengimbau agar masyarakat yang sehat tidak perlu takut untuk datang ke PMI Jakarta Utara untuk mendonorkan darah mereka.
"Kita tidak bisa menunggu COVID-19 ini selesai. Untuk itu kita mengimbau bagi yang sehat untuk dapat meluangkan waktunya donor darah, karena COVID-19 tidak menular lewat transfusi darah," imbau dia.
Ulfa memastikan bahwa di kantor PMI Jakarta Utara pastinya ditetapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) pelayanan donor darah menyesuaikan dengan pencegahan corona.
"Apa yang kami lakukan sesuai dengan SOP yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti memberikan jarak 1 meter, melakukan disinfektan, sampai dengan penyediaan hand sanitizer di setiap sudut kantor PMI Jakarta Utara," katanya.
PMI Jakarta Selatan Berencana Jemput Bola
Menipisnya stok kantong darah membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan berencana untuk menjemput bola.
Upaya itu akan dilakukan pada pekan ini sambil melihat situasi terkait penyebaran virus corona atau Covid-19.
"Kita upayakan kalau minggu ini tidak ada yang positif atau belum ada penambahan donor, kita akan lakukan jemput bola ke majelis taklim dan lain-lain," ujar Humas PMI Jakarta Selatan, Dedet Haryadi, Rabu (25/3/2020).
Jika masih terdapat kasus positif, lanjut Dedet, pihaknya akan tetap mencari cara mendapatkan stok darah.
Namun, ia memastikan kesehatan petugas dan pendonor menjadi yang utama.
"Kita tetap berupaya bagaimana kita mencari jalan untuk petugas, pendonor," ucap dia.
Saat ini, ia mengakui stok kantong darah yang dimiliki PMI semakin menipis.
Dedet mengatakan hal itu merupakan imbas dari merebaknya virus Corona (Covid-19).
Apalagi, pemerintah sudah mengimbau masyarakat menerapkan sosial distancing atau pembatasan sosial.
"Kalau itu jelas banget menipis karena orang mau donor takut ya, rata-rata mereka takut."
"Apalagi ada pengumuman social distancing, itu berpengaruh juga," kata Dedet.
Namun, ia tidak bisa memastikan sisa jumlah kantong darah di PMI Jakarta Selatan.
"Kalau PMI Jaksel tidak punya unit donor darah mandiri, kita masih di bawah unit PMI provinsi," ucap Dedet.
Ia menjelaskan, DKI Jakarta membutuhkan 2.000 kantong darah setiap harinya.
"Untuk sehari kita bisa mencapai 2.000 kantong darah, se-DKI ya. Kalau di Jakarta Selatan sih kita hanya dropping saja, sesuai permintaan dari rumah sakit," ujar dia.
Dampak terburuk dari situasi ini, kata Dedet, masyarakat akan sangat sulit mendapatkan darah.
"Yang pasti masyarakat sulit mendapatkan kebutuhan darah, itu yang paling buruk."
"Banyak masyarakat yang butuh transfusi. Sekarang untuk golongan AB sudah sangat sulit," tuturnya.
PMI Jakarta Selatan Akui Kekurangan Stok Kantong Darah
Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan mengakui menipisnya stok kantong darah, imbas pandemi Covid-19.
Humas PMI Jakarta Selatan Dedet Haryadi mengatakan, apalagi saat ini pemerintah sudah mengimbau masyarakat menerapkan sosial distancing.
"Jelas banget menipis karena orang mau donor takut ya, rata-rata mereka takut," ungkap Dedet saat dihubungi di Jakarta, Rabu (25/3/2020).
"Apalagi ada pengumuman social distancing, itu berpengaruh juga," sambung Dedet.
Ia tidak bisa memastikan sisa jumlah kantong darah di PMI Jakarta Selatan.
"Kalau PMI Jaksel tidak punya unit donor darah mandiri, kita masih di bawah unit PMI provinsi," ucap Dedet.
• Sempat Ditentang Keluarga, Begini Kisah Tim Medis Tangani Pasien Covid-19: Ini Tugas Negara
• Mayoritas PDP, 144 Pasien Rawat Inap di RS Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran per Rabu (25/3/2020)
Dedet menjelaskan, DKI Jakarta membutuhkan 2.000 kantong darah setiap harinya.
"Untuk sehari kita bisa mencapai 2.000 kantong darah, se-DKI ya. Kalau di Jakarta Selatan sih kita hanya dropping saja, sesuai permintaan dari rumah sakit," ujar dia.
Dampak terburuk dari situasi ini, kata Dedet, masyarakat akan sangat sulit mendapatkan darah.
"Yang pasti masyarakat sulit mendapatkan kebutuhan darah, itu yang paling buruk."
"Banyak masyarakat yang butuh transfusi. Sekarang untuk golongan AB sudah sangat sulit," tutur Dedet.