Virus Corona di Indonesia
Sempat Ditentang Keluarga, Begini Kisah Tim Medis Tangani Pasien Covid-19: Ini Tugas Negara
Di tengah pandemi wabah virus corona, tim medis kini menjadi ujung tombak dalam memerangi virus Covid-19.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM - Di tengah pandemi wabah virus corona, tim medis kini menjadi ujung tombak dalam memerangi virus Covid-19.
Sebagai garda terdepan, tim medis tentu menjadi orang-orang yang sangat rentan terpapar virus mematikan tersebut.
Memiliki resiko terinfeksi paling tinggi, tugas sebagai tenaga kesehatan pun kerap menimbulkan kekhawatiran pada keluarga dari tim medis.
Satu diantaranya dialami Kepala Ruang Isolasi Nusa Indah RSUP Sanglah, Gusti Putu Rai Sumiari.
Menjadi garda terdepan menangani penyakit menular seperti corona bukan hal yang mudah bagi Gusti Putu Rai Sumiari atau yang akrab disapa Sumiari.
Selain menghadapi pasien Covid-19, Sumiari pun harus berhadapan dengan pertentangan keluarga.
• Beredar Kabar Anggota DPR dan Keluarga Akan Lakukan Tes Covid-19, Walhi: Tenaga Medis Lebih Butuh
Suami Sumiari sempat memintanya pindah tugas dari Ruang Nusa Indah RSUP Sanglah, tempat pasien-pasien Covid-19 dirawat.
Takut dan khawatir menjadi alasan terbesar keluarganya tak setuju.
"Semua keluarga takut, bahkan suami saya sempat meminta pindah dari Nusa Indah," kata dia.

Cinta Pada Profesi
Jauh di sanubari Sumiari, petugas medis bukan sekadar pekerjaan.
Lebih dari itu, ia mengemban sebuah tugas negara.
Perlahan dengan kesabarannya, Sumiari menyampaikan pengertian tersebut kepada keluarganya.
"Ini adalah tugas negara dan kami mencintai profesi kami. Syukurlah keluarga mengerti," ungkap dia.
• Bupati Karawang Positif Corona, Ketum Demokrat AHY Perintahkan Kader Lakukan Rapid Test Covid-19
Sumiari juga menyampaikan, dirinya dibekali alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan virus corona ketika menangani pasien.