Virus Corona di Indonesia
Sempat Bujuk Penggali Kubur, Ini Alasan Plt Bupati Sidoarjo Ikut Makamkan Jenazah Positif Covid-19
Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin memimpin langsung pemakaman tersebut. Nur Ahmad juga mengunggah video pemakaman itu di akun instagram
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Erik Sinaga
Mobil jenazah warna putih bertuliskan Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta masuk ke area Blok AA I TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Tak ada kendaraan lain atau pun pelayat yang mengikuti.
Tanpa suara sirine, hanya mobil jenazah itu saja yang berjalan mundur mendekati lubang makam.
Tepat di titik mobil berhenti, disambut lima petugas makam yang telah mengenakan alat pelindung diri (APD).
Area makam itu adalah tempat peristirahatan terakhir bagi para korban Covid-19 atau corona yang dimakamkan di TPU Tegal Alur.
Bersama TPU Pondok Ranggon, TPU Tegal Alur adalah salah satu TPU yang ditunjuk untuk memakamkan pasien corona di Jakarta.
Asep, salah seorang petugas makam mengatakan, sudah sepekan terakhir atau sejak Jumat (20/3/2020), ia dan para petugas lainnya mengurusi pemakaman korban corona.

Ia mengatakan, setiap harinya, semakin banyak jenazah yang dimakamkan di TPU Tegal Alur.
"Kemarin ada 10. Hari ini sampai jam 3 sore, sudah ada empat yang dimakamin. Total ada sekitar 25 yang dimakamin disini," kata Asep ditemui TribunJakarta.com di TPU Tegal Alur, Jumat (27/3/2020).
Asep mengatakan, pihaknya bersiaga dari pagi hingga Pukul 22.00 WIB untuk memakamkan para korban corona.
Lampu tembak telah disediakan di area makam untuk penerangan saat pemakaman malam hari.
"Kita semua siaga tunggu informasi dari Dinas (Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta), biar malam juga kita makamin kalau ada yang dibawa kesini," kata Asep.
Pakai APD

Memakamkan jenazah korban corona menuntut petugas makam mengenakan APD untuk melindungi diri mereka.
Kendati, saat tiba di makam, jenazah telah berada dalam peti dan dilapisi plastik untuk meminimalisir penyebaran virus.