Spanyol dan Ceko Keluhkan Rendahnya Akurasi Alat Rapid Test Corona Asal China
Pemerintah Spanyol melaporkan alat rapid test virus corona atau Covid-19 dari China tidak akurat.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Y Gustaman
Bahkan, 80 persen dari 150.000 alat rapid test yang dipesan Ceko awal bulan ini dikabarkan tidak mampu mengidentifikasi infeksi virus corona dengan tepat.
Padahal, Kementerian Kesehatan Ceko telah menggelontokan anggaran hingga $ 546.000 untuk membeli 100.000 alat rapid test dan 50.000 alat rapid test lainnya dibeli oleh Kementeri Dalam Negeri setepat.
Temuan ini disangkal oleh Wakil Perdana Meteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Republik Ceko Jan Hamacek.
Bahkan, Hamacek meremehkan penemuan yang menyatakan bahwa banyak tes yang dilakukan salah, dan mengatakan metodologi yg digunakan keliru.
Ia pun menyebut, alat itu masih bisa digunakan "saat penyakitnya ada" atau saat "seseorang kembali setelah karantina 14 hari"
"Menurut saya, ini bukan sekedar penemuan yang memalukan bahwa alatnya tidak berfungsi," ujar Hamacek.