Virus Corona di Indonesia
Karantina Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Cara Mengatasinya
Para ahli memperingatkan bahwa isolasi berkepanjangan ini dapat memicu atau memperburuk masalah kesehatan mental.
Studi lain meneliti dampak psikologis dari wabah SARS yang terjadi pada tahun 2003.
Sekitar 10 persen orang mengalami gejala stres pascatrauma wabah SARS.
Efek jangka panjang karantina juga terlihat tiga tahun setelah wabah SARS.
Gejala-gejala psikologis dapat menjadi masalah hanya untuk orang-orang dengan masalah kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya.
Cara-cara menangani isolasi sosial :
Pertahankan rutinitas dan hobi
Jadikan dirimu aktif sepanjang hari
Kurangi emosi negatif dengan mendengarkan musik, membaca, melukis, berkebun, atau menonton pertunjukan hiburan.
Makan makanan yang seimbang
Minum banyak air
Cara menangani masalah emosional :
Jika kamu mengalami kecemasan, lakukan latihan pernapasan dalam selama beberapa menit.
Jauhkan dirimu dari pikiran cemas dengan memikirkan sesuatu yang tenang untuk memperlambat pikiran.
Jika kamu merasa marah dan kesal, tenangkan pikiran dengan menghitung mundur dari 10 menjadi 1.
Berkomunikasi dengan teman dan keluarga jika kamu merasa sedih atau kesepian, bisa menggunakan video call.
Apa Yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mengurangi Efek Karantina?
Karantina menjadi lebih tenang ketika orang mendapatkan informasi yang akurat tentang virus ini dan ketika orang memahami peran karantina untuk memerangi pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona.jpg)