Virus Corona di Indonesia

Karantina Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Cara Mengatasinya

Para ahli memperingatkan bahwa isolasi berkepanjangan ini dapat memicu atau memperburuk masalah kesehatan mental.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

TRIBUNJAKARTA.COM --Wabah virus corona atau Covid-19 telah menghentikan seluruh dunia karena hampir semua negara berjuang untuk mencegah penyebaran virus ini dengan mengkarantina warganya.

Para ahli memperingatkan bahwa isolasi berkepanjangan ini dapat memicu atau memperburuk masalah kesehatan mental.

Sekarang sebagian besar negara memerangi pandemi.

Dan warganya berjuang dengan mengurangi kebebasan, kegiatan sosial yang membuat mereka bosan dan kesepian.

Ini dapat berdampak pada kesejahteraan mental orang-orang, yang tidak boleh diabaikan.

Apa itu Karantina?

Dikutip Tribunnews.com dari Boldsky.com, karantina sebagai pemisahan dan pembatasan pergerakan orang untuk mencegah penyebaran virus corona.

Bagaimana Karantina Mempengaruhi Kesehatan Mental?

Ada banyak ketidakpastian dan stres yang bertahan selama pandemi.

Videotron menunjukkan sosialisasi bahaya covid-19, yang terpasang di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (1/4/2020). Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah diputuskan pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19 belum terlaksana Jakarta, terlihat masih ramainya disejumlah wilayah Jakarta. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Videotron menunjukkan sosialisasi bahaya covid-19, yang terpasang di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (1/4/2020). Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah diputuskan pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19 belum terlaksana Jakarta, terlihat masih ramainya disejumlah wilayah Jakarta. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Memikirkan cara menghabiskan waktu selama hari-hari karantina dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.

 Karantina memiliki dampak pada tiga elemen penting yaitu kesehatan mental, kesejahteraan psikologis dan kesejahteraan sosial.

Fakta bahwa karantina telah membuat banyak orang terkurung di rumah mereka telah menyebabkan peningkatan beberapa risiko kesehatan.

Ini termasuk gejala depresi, gangguan fungsi kognitif, kurang tidur, kesehatan jantung buruk dan kekebalan tubuh rendah.

Meskipun karantina bersifat sementara, periode kesepian dan isolasi yang singkat dapat memiliki konsekuensi yang membahayakan kesehatan mental.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet menunjukkan bahwa orang yang berada di karantina melaporkan gejala psikologis, yang meliputi depresi, stres, suasana hati yang rendah, insomnia, mudah marah, gangguan emosional, kemarahan, gejala stres dan kelelahan emosional.

Gejala psikologis dipicu karena durasi karantina yang lebih lama, informasi yang tidak memadai, pasokan konsumsi yang tidak memadai, kebosanan, frustrasi, ketakutan akan infeksi, stigma, dan kerugian finansial.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved