Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Junaedi Awalnya Takut, Kini Terbiasa Makamkan Jenazah Covid-19: Tiap Pulang Harus Mandi Bersih

Junaidi awalnya takut, kini terbiasa memakamkan jenazah Covid-19. Setiap pulang ke rumah dari TPU Pondok Ranggon, dia harus mandi bersih.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (6/4/2020) 

Menurut catatan, TPU Pondok Ranggon menerima jenazah pertama korban Covid-19 pada 15 Maret 2020. Di sini terdapat 4 grup petugas makam dengan jumlah 22 orang per grupnya.

Setiap grup bertugas selama seminggu dan setiap harinya menggali minimal 20 liang lahat secara manual untuk jenazah Covid-19.

Semakin ke sini, setiap harinya jumlah jenazah bertambah banyak dan pernah satu hari sampai puluhan yang harus dimakamkan.

Junaedi mengaku, petugas makam yang giliran jaga harus stand by dan cepat karena pernah sejumlah ambulans datang bersamaan.

Soal waktu pemakaman satu jenazah hanya butuh 10 menit memang untuk meminimalisir risiko terhadap penggali makam.

Menag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadan Saat Covid-19, Sarankan Silaturahmi Idul Fitri Video Call

Ia memastikan seluruh petugas makam menguburukan jenazah sesuai protap Covid-19 dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Kini, Junaedi menyerahkan segalanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan menjalani ikhlas tanggung jawabnya sebagai petugas makam.

"Alhamdulillah sekarang sudah biasa aja," ucap Junaedi tersenyum.

Setidaknya, Junaedi sudah bisa mengatasi ketakutan dirinya sendiri sebagai petugas yang memakamkan jenazah korban Covid-19.

Keluarga dan Tetangga Khawatir

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved