Terdengar Suara Benda Jatuh Saat Malam Hari, Parto Sontak Terkejut Lihat Ada Bayi di Atap Rumahnya
Suara benda jatuh di atap rumah, membangkitkan rasa penasaran seorang warga di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
MS pun menanyakan alasan EZ menangis dan mengerang sakit.
“Saya hamil, pak. Ini anaknya mau keluar. Tolong, tolong. Saya tidak kuat,” kata MS menirukan erangan sang anak.
Kemudian MS membantu mendorong perut EZ sehingga keluarlah janin yang di kandung EZ.
Berbekal gunting, kaus, dan tas plastik, MS mulai menggunting tali pusar janin.
Sementara itu, kaus berwarna kuning dan tas plastik digunakan membungkus janin bayi yang sudah tidak bernyawa itu.
“Saya sempat menepuk bayi itu, tapi tidak terdengar suaranya. Warnanya juga sudah pucat. Saya fokus merawat anak saya ini,” tambah MS.
Lalu MS membuang bungkusan kantong plastik berisi janin itu ke seputaran Sungai Kalimas di Jalan Genteng Surabaya, Selasa (16/9/2019) subuh.
Sehari setelah dibuang, janin bayi itu ditemukan tukang becak di Bubutan.
Setelah mendapat laporan penemuan mayat bayi itu, polisi melakukan penyelidikan.
Kapolsek Bubutan, AKP Priyanto mengatakan polisi mendapat informasi ada perempuan dan ayahnya berobat dan mengaku kesakitan setelah melahirkan di rumah.
“Kami mendapat informasi itu pada 19 Septenber 2019. Akhirnya kami menemukan MS dan EZ di rumahnya,” lanjutnya.
• Simak Harga Terbaru dan Terlengkap HP Samsung Oktober 2019: Mulai Rp 1,7 Juta hingga Rp 22,4 juta
• Persib Harus Waspada: Maung Bandung Kini Semakin Mendekati Zona Degradasi
• Ngaku Pernah Kuliah Jurusan Hukum, Barbie Kumalasari Justru Tak Bisa Jawab saat Ditanya Ini
Saat itu kondisi EZ sangat lemah. Bahkan EZ masih merasakan sakit di bagian rahimnya.
“Saat kami interogasi, mereka mengaku telah menggugurkan bayi hasil hubungan di luar nikah EZ dan AF,” tandas Priyanto.
Sementara itu, EZ mengaku sempat beberapa kali menghubungi kekasihnya untuk minta pertanggungjawaban.
Namun, AF tidak menghiraukan ucapan EZ.
“Akhirnya saya hanya bisa pasrah,” kata EZ. (*)