Sisi Lain Metropolitan
Dapat Nasi Bungkus Gratis dari Warteg, Ini Suara Pilu Para Ojol: Sepi Orderan, Jarang Makan Siang
Beberapa pengendara ojek online yang baru datang tak kebagian nasi bungkus sebagai santapan siang mereka
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, REMPOA - Hampir tengah hari, matahari siang sedang tak segarang biasanya.
Di tepi tikungan jalan raya Legoso, Tangerang Selatan, beberapa pengendara ojek dalam jaringan (daring) atau online berjalan menuju ke arah Warteg Jaya Bahari.
Para pengendara ojek online (Ojol) mengantre panjang lantaran ada pembagian nasi bungkus gratis di sana.
Kumpulan ojek online lainnya satu per satu mulai berdatangan.
Ojek online yang kebetulan melintas tiba-tiba juga menepikan motornya. Kuli bangunan, pemulung dan warga sekitar turut bergabung ke dalam antrean.
Setiap penerima nasi bungkus terlebih dahulu menulis nama dan nomor telepon sebagai data penerima manfaat.
Dalam waktu satu jam, nasi bungkus yang sudah disiapkan ludes dibagikan.
Beberapa orang yang baru datang tak kebagian nasi bungkus sebagai santapan siang mereka.
Pengendara ojek daring yang masih berada di atas motor tak jadi turun begitu melihat orang-orang tak jadi masuk ke dalam warteg.
Rohani (45), pengendara ojek daring, bersyukur mendapatkan nasi bungkus gratis.
Sebab, belakangan ini, penghasilan dia merosot drastis selama pandemi Corona. Penghasilannya pas-pasan tak cukup buat makan siang.
"Dari siang sampai sore sering belum makan. Pendapatan menurun hingga 80 persen," ungkap pria anak dua itu kepada TribunJakarta.com pada Kamis (16/4/2020).
Hanya setiap Jumat Rohani bisa menyantap makan siang gratis pemberian dari masjid.
Rasa pahit selama masa pandemi juga turut dirasakan Reza Komara (36). Kebetulan saja ia melintas di pinggir warteg yang bagi-bagi rezeki nasi bungkus.