Suhari Juragan Dawet Beromzet Rp 17 Juta per Hari: Dulu Harga 1 Mangkok Rp 50

Dulu pernah jualan dawet semangkok Rp 50 dan kerap diledek anak-anak yang seolah-olah ingin membeli tapi tidak. Kini omzet Suhari Rp 17 juta per hari.

Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ilustrasi penjual dawet 

TRIBUNJAKARTA.COM, BLITAR - Usaha apapun jika ditekuni dengan sungguh-sungguh akan berbuah.

Sebab, tak ada orang sukses, tanpa melalui proses berat dan berliku.

Itu dibuktikan soerang Suhari (63) warga Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dulu, ia mengaku sering diledek anak-anak saat berjualan dawet keliling.

Namun, kini ia sukses menjadi juragan dawet beromzet belasan juta per hari dari 16 lokasi berjualan.

Betapa tidak, dalam sehari omzet penjualan dawetnya sekitar Rp 17 juta.

"Ya, lumayan. Usaha ini sudah saya rintis sejak 1993 dulu. Dan, kini saya sudah umroh sekeluarga. Empat anak saya, semuanya kuliah dan sudah punya mobil sendiri-sendiri," tutur Suhari.

Viral Video 2 Warga Tinggal Tulang Berbalut Kulit Minta Makan, Hotman Paris Sentil Gubernur Sumsel

Suhari sedang melayani dua pembeli dawetnya, Cici Andriani dan Siti Munawaroh
Suhari sedang melayani dua pembeli dawetnya, Cici Andriani dan Siti Munawaroh (surya.co.id/Imam Taufiq)

Suhari menuturkan hal itu tempat jualan dawetnya, di timur perempatan traffic light Sutojayan, Selasa (21/4/2020).

Dari usaha kerasnya itu, yang semula hanya satu tempat berjualan, kini sudah 16 lokasi.

Hebatnya, setiap usaha yang dibuka selalu dicari pembeli. Omsetnya, rata-rata Rp 1,2 juta per lokasi. Itu berarti setiap hari, pendapatannya lebih dari Rp 17 juta.

"Itu kotor, karena belum buat dipotong buat bahan, dan gaji karyawan," tuturnya, merendah.

Tak pelak, setiap hari, ia harus belanja beraneka ragam bahan dan dalam jumlah yang banyak.

Curi Tabung Gas Karena Anak dan Istri Kelaparan, Bapak di Bogor Babak Belur hingga Tak Berani Pulang

Misalnya, kelapa saja, ia mengaku habis 250 biji atau sekitar dua drum santan.

Gula, gula pasir dan gula merah, minimal satu kuintal. Belum lagi bahan lainnya, seperti tepung, yakni ketan dan beras.

Untuk proses pembuatan dawet sampai siap jual, ia dibantu sebanyak 22 karyawan.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved