Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Ustazah Dinyatakan PDP, Ratusan Jemaah Pengajian di Kabupaten Tangerang Jalani Rapid Test

Ratusan jemaah pengajian di Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang otomatis menyandang status orang dalam pemantauan (ODP).

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Shutterstock via Kompas
Ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Ratusan jemaah pengajian di Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang otomatis menyandang status orang dalam pemantauan (ODP).

Lantaran seorang ustazah di pengajian tersebut saat ini telah dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Membuat 153 jemaah lainnya terpaksa harus melakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Tracing kontak tersebut, dilakukan untuk mengindentifikasi orang yang mungkin melakukan kontak dengan ustadzah tersebut.

Hasilnya, ada tiga jemaah yang menunjukan hasil positif.

Dua Anime Populer Kimetsu no Yaiba dan One Piece Bakal Tayang di Netflix, Catat Tanggalnya

Anggota Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menjelaskan, rapid test yang dilakukan itu tidak hanya dilakukan untuk jemaah saja.

Melainkan juga untuk warga lainnya yang pernah kontak langsung dengan PDP di wilayah itu.

"Di situ kan ada kasus jadi kita coba tracing kontak, ada kasus yang dirawat di sana penderita PDP. Jadi yang kontak kita rapid test, ustazah-nya kalau tidak salah (PDP)," jelas Hendra saat dihubungi, Kamis (23/4/2020).

Kendati demikian, Hendra tidak mengetahui persis waktu terakhir pengajian tersebut dilakukan.

Menurut Hendra, tracing kontak harus dilakukan untuk mencari kasus penularan Covid-19 dan mencegah penularan virus itu semakin meluas.

"Apalagi dia (PDP) semacam ustazah atau apa kan, dia lebih banyak lagi kan jemaahnya. Total ada 153 orang yang kita rapid test dan hasilnya tiga orang mengarah reaktif, lalu kita lakukan swab test dan tinggal menunggu hasilnya," jelas Hendra.

Tak Terima Ditegur, Deretan Fakta Suami Tebas Leher Istri karena Telepon dengan Pria Lain di Riau

Ia menambahkan, petugas di lapangan juga memberikan sosialisasi kembali kepada para jemaah dan warga setempat.

Warga setempat diberikan edukasi terhadap bahayanya wabah penyakit yang sudah melanda Kabupaten Tangerang.

"Kedua mencegah penularannya, karena kita ingin memutus mata rantai penularan. Sebenarnya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah bisa memutus, cuma kan lagi-lagi masyarakatnya belum sadar juga," tutup Hendra.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved