Hendak Pergi ke Pasar Saat Subuh, Pedagang di Ende Berakhir Nahas Ketika Betemu Orang Asing di Jalan

Nasib nahas menimpa seorang pedagang berinisial AN (39) asal Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
patriciaflor.com
Ilustrasi Racun 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Nasib nahas menimpa seorang pedagang berinisial AN (39) asal Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT

Kejadian nahas itu terjadi saat AN hendak menuju Pasar Mbongawangi, Sabtu (16/5/2020).

Kejadian itu dialami AN sekira pukul 05.00 WITA.

Korban menggunakan sepeda motor hendak menuju pasar untuk berjualan.

Saat di depan Toko Mama, tepat di Jalan Aembonga 3, Kelurahan Mobawangi korban tiba-tiba disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Sang Ayah Amat Terpukul, Dua Saudara yang Diajak Kerja Ternyata Perkosa NF: Merasa Kecolongan

Korban disiram air keras di bagian wajah dan badannya.

Terkena siraman air keras, korban sontak berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan itu langsung mendatangi korban dan menolong AN.

Ilustrasi Racun
Ilustrasi Racun (patriciaflor.com)

Korban kemudian dibawa ke RSUD Ende untuk medapatkan pertolongan.

Namun malang, meski telah diberi pertolongan medis nyawa AN tak tertolong.

Dilansir Pos Kupang, Kasatreskrim Polres Ende, AKP Lorensius, SH membenarkan peristiwa penyiraman air keras tersebut.

Catat 5 Resep Mudah Kue Kering Khas Lebaran, Ada Nastar Keju hingga Lidah Kucing Nangka

"Benar, kejadiannya sekitar pukul 05.00 WITA," ujar Lorensius.

Ia menjelaskan, korban meninggal dunia di RSUD Ende, setelah sempat mendapat penanganan medis.

Diduga air keras yang disiramkan ke korban terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

Sehingga merusak saluran pernapasan.

"Berdasarkan keterangan dari dokter, korban kemungkinan meninggal (karena) air keras terhirup dan tertelan sehingga merusak saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak dan rusak saluran cerna," ungkap Lorensius.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini kasus itu sedang diselidiki.

Polisi juga sudah memasang police line di TKP.

Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Prank Kotak Sepatu Isi Mayat Bayi di Terowongan Ceger

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki terkait siapa pelaku penyiraman air keras tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini," ungkapnya.

"Hasilnya tunggu selesai penyelidikan," ucap Lorensius. (TribunJakarta/PosKupang/Kompas)

Wanita di Kalibata Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Motif: Masalah Asmara

Hubungan asmara diduga menjadi motif utama pada kasus penyiraman air aki di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Terduga pelaku berinisial A (30) dan korbannya yang seorang wanita merupakan pasangan suami istri.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Wahidin mengatakan, korban wanita berinisial RA (32) adalah cinta pertama pelaku.

"Ya dia (korban) cinta pertama, sehingga cinta banget, makanya nggak mau diputusin (cerai)," kata Wahidin saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Usai disiram air aki, RA mengalami luka di bagian wajahnya.

Ia juga sempat dirawat di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Iya (luka) di bagian kelopak mata sebelah kiri," kata Wahidin.

Ia menjelaskan, tidak terlihat luka bakar di wajah korban.

Sebab, menurut dia, korban tidak disiram menggunakan air keras.

Saat ini, korban sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Kramat Jati.

Namun, ia kini tinggal bersama kakaknya.

"Nggak kelihatan luka bakar, sehingga langsung pulang saat kejadian setelah berobat," ujar Wahidin.

Polisi masih terus melacak keberadaan suami korban sekaligus pelaku penyiraman.

Wahidin mengatakan pelaku berinisial A (30) tidak memiliki tempat tinggal.

"Dia pindah-pindah. Numpang di Cirendeu, Balekambang, di Pasar Manggis, Pejompongan, di Pejambon," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Wahidin, polisi juga telah melacak pelaku berdasarkan jaringan komunikasi.

Namun, pelaku belum berhasil ditemukan hingga saat ini.

Wahidin mengatakan pelaku memiliki empat nomor ponsel berbeda.

"Dia punya empat nomor HP, ganti-ganti," ucap Wahidin.

"Kemarin kita telusuri sama IT di Pejambon, pas Magrib mati."

"Kemudian muncul di Balekambang, Kramat Jati," ujar dia.

Peristiwa ini terjadi di dekat Stasiun Duren Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2020) sore.

Kejadian ini viral di media sosial.

Kapolsek Pancoran Kompol Johanis Soeprijanto mengungkapkan, penyiraman ini dilatarbelakangi hubungan percintaan.

Johanis menyebut bahwa pelaku dan korban masih berstatus sebagai suami-istri.

"Sampai saat ini statusnya masih suami-istri," ujar Johanis saat dihubungi TribunJakarta.com, Minggu (3/5/2020).

Satu Keluarga di Tangerang Positif Covid-19 Dirujuk ke Wisma Atlet

Aksi Curanmor di SPBU Marunda Baru Pertama Kali Terjadi

Meski Berpuasa Masih Bisa Kok Berolahraga Ringan, Simak Tips dari Ahli

Dari keterangan yang diperoleh polisi, korban mengaku ingin bercerai dengan suaminya.

Namun, sang suami enggan berpisah.

"(Pelaku) masih cinta, tapi ceweknya nggak mau. Akhirnya daripada diambil orang lain, ceweknya disiram pakai air aki," ujar dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved