Antisipasi Virus Corona di DKI

Tak Punya SIKM saat Masuk Jakarta, Arif Harus Menjalani Karantina

Salah satu warga karantina, Arif (35) mengatakan jika dirinya sebenarnya sudah mendapatkan sosialisasi untuk pembuatan SIKM

Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Petugas mengecek kelengkapan SIKM pengendara di check point Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dua orang warga terpaksa harus menjalani karantina di Gelanggang Koni, Gambir setelah tak memiliki Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) ke DKI Jakarta, ketika tiba di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Kini keduanya pun terpaksa harus tidur di kasur lipat yang berada di Auditorium Gelanggang Koni di Jalan Tanah Abang 1, Jakarta Pusat.

Mereka pun juga dilakukan swab test oleh tenaga medis.

Salah satu warga karantina, Arif (35) mengatakan jika dirinya sebenarnya sudah mendapatkan sosialisasi untuk pembuatan SIKM.

Ia pun juga melengakapi surat-surat yang ada baik test covid, hingga surat keterangan lainnya.

"Saya itu kan tanggal 26 berangkat dari Banyumas mengunakan kereta KLB.

"Tanggal 25 saya udah mengajukan SIKM statusnya berhasil, tapi belum keluar apakah ditolak atau berhasil," kata Arif ditemui di Gelanggang Koni, Rabu (27/5/2020).

Menurut Arif, seluruh berkasnya sebetulnya sudah lengkap, sehingga ia pun sudah bisa membeli tiket kereta api, hanya saja saat dirinya tiba di Stasiun Purwokerto petugas juga telah memberikan himbauan kepadanya.

"Nah saya juga di kasih tahu, ini karena SIKM belum disetujui kalo sampai di Jakarta ada dua kemungkinan di pulangkan atau dikarantina," katanya.

Dipertengahan jalan status pengajuan SIKMnya ditolak, padahal ia saat itu sudah sampai di Stasiun Cirebon, dimana status penolakannya karena belum melampirkan scan KTP, sedangkan persyaratan lain telah memenuhi.

"Sebenarnya di situ surat-surat udah lengkap. Cuma ada satu yaitu scan KTP..

"Karena mengetahui ini saya coba akses lagi websitenya, ternyata maintenance, jadi saya gak bisa memperbaiki," ujarnya.

Arif mengaku mengeluhkan sistem pengajuan SIKM yang dinilai lambat, bahkan sempat terjadi maintenace yang cukup lama, ia pun juga telah memperlihatkan semua persyaratan yang lengkap kepada petugas ketika berada di Gambir.

"Saya juga udah bilang pak saya syarat lengkap. Saya tunjukan itu juga.

"Padahal kemarin itu banyak yang ngak punya SIKM padahal tapi mereka lolos karena menunjukan surat tugas, saya pun juga punya tapi ngak lolos," katanya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved