Breaking News:

Blak-blakan Tolak Jabatan Staf Khusus dan Komisaris BUMN, Ini Alasan Yunarto Wijaya

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menceritakan pengalaman yang menolak tawaran menjadi staf khusus dan komisaris BUMN.

https://www.instagram.com/yunartowijaya/
Yunarto Wijaya 

FOLLOW JUGA:

"2014 juga pernah dibahas itu tetapi gue menolaknya karena gue merasa mulai karier ini. Kalau gue masuk sistem, gue punya tato permanen yang agak sulit untuk dilepaskan."

"Contohnya seperti Mas Andi Mallarangeng, dulu gue idolakan sebagai pengamat politik," jelas Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya menilai, saat ini ia dicap cebong karena ia beragumentasi terkait kebijakan tertentu.

100 Hari Ashraf Sinclair Wafat, Jeritan Hati Mertua BCL Kenang Sosoknya: Soroti Bantuan Tuhan

Meski demikian, ia tak mempermasalahkan cap tersebut karena terlahir dari proses dialog yang ada.

"Gue beragumentasi, gue ikut proses dalam dialog. Gue terlalu muda untuk posisi itu, mungkin 2024 itu lebih tepat untuk masuk ke dalam kekuasaan," ucap Yunarto Wijaya.

Tak hanya staf khusus, rupanya Yunarto Wijaya juga sempat ditawari sebagai komisaris.

Meski demikian, Yunarto Wijaya tak merinci jabatan komisaris perusahaan apa yang ditawarkan kepadanya.

"Gue tolak karena ya mau ngapain?" tanya Yunarto Wijaya.

"Loh kok mau ngapain? itu uang," jelas Robert Harianto.

Tangis Pecah di Depan Jenazah Anak, Orangtua Korban Perahu Terbalik: Dia Tak Pamit Pergi Ziarah

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved