Sisi Lain Metropolitan
Cerita Entus, Jualan Kasur Saat Pandemi Covid-19: Jual 4 Kasur Butuh Waktu Lebih dari Seminggu
Sumardi (58) atau akrab disapa Bapak Entus terlihat tetap semangat menjajakan kasur jualannya
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
"Ya sekarang sudah sepi. Untuk ngelarisin satu kasur aja susah banget. Makanya harus jalan lebih jauh biar laku," ungkapnya.
Saat ini, untuk menjual empat kasur Bapak Entus membutuhkan waktu seminggu lamanya.
Hal itu juga membuat dirinya jarang kembali ke rumah akibat kendala biaya yang dialaminya.
Sebab, uang tersebut lebih dinanfaatkan Bapak Entus untuk uang transport saat berjualan keliling.
Butuh kesabaran
Menjadi penjual kasur selama puluhan tahun, rupanya mengajari Bapak Entus banyak hal.
Satu diantaranya ialah soal kesabaran.
Sulitnya mencari penglaris kasur, membuatnya bermental besi dan menerima semua dengan apa adanya.
"Sisi baiknya dari berjualan ini adalah saya bisa jadi manusia lebih sabar dan tabah. Kalau mau apa-apa pertimbangannya banyak. Sebab kalau enggak sabar, pasti hidup saja isinya sudah keluhan semua," ungkapnya.
Selain itu, sisi positif dari kondisinya saat ini ialah mendapatkan istri yang setia dan mampu bertahan dikala kondisi sulit sekalipun.
"Selain sabar buat diri sendiri, profesi saat ini juga menularkan sabar yang lebih untuk keluarga saya di rumah. Tiap kali saya enggak dapat uang, istri saya paham dan ngerti. Jadi kalau kita mau lihat sisi baiknya pastinya bakalan jadi manusia lebih baik," jelasnya.
Harapan
Meskipun begitu, Bapak Entus tetap memiliki segilintir harapan.
Harapan utamanya saat ini ialah agar anak bungsunya, Ahmad Fajri bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Sehingga ia akan berjuang lebih gigih untuk mengumpulkan uang bagi pendidikan anak bungsunya itu.
• Sekolah Sempat Dibuka, Pemerintah Korsel Temukan 79 Kasus Baru Covid-19 dalam Sehari
• Besok, Damkar Serentak Semprot Disinfektan di Puluhan Ruas Jalan Jakarta Timur
• Tak Bisa Perlihatkan SIKM, 166 Kendaraan Dilarang Masuk Jakarta Utara
"Saya pengin anak saya bisa kuliah. Jadi biar bapaknya kerja begini, yang penting pendidikan nomor satu," katanya.
Selain itu, harapan lainnya ialah wabah Covid-19 ini cepat berlalu dan ekonominya kembali normal.
"Yang terakhir saya berdoa supaya wabah ini cepat berlalu. Sebab pembeli kasur begini biasanya warga yang tinggal di gang (jalan lingkungan). Jadi kalau akses jalan enggak ditutup, kasur ini cepat lakunya," pungkasnya.