Pembelaan Pengacara saat Aulia Kesuma Dituntut Hukuman Mati, Kakak Pupung Sadili: Pembunuhan Sadis!

Kasus pembunuhan ayah dan anak yang mayatnya dibakar istri muda di dalam mobil pada pertengahan 2019 lalu kini memasuki babak baru.

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Kakak korban pembunuhan Pupung Sadili, Nani Sadili (kiri), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan ayah dan anak yang mayatnya dibakar istri muda di dalam mobil pada pertengahan 2019 lalu kini memasuki babak baru.

Jaksa penuntut umum menuntut hukuman mati kepada Aulia Kesuma dan anaknya.

Pengacara Firman Chandra, kuasa hukum Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin Oktavianus menuturkan, tuntutan yang disampaikan jaksa terhadap kliennya terlalu sadis.

TONTON JUGA:

"Kami melihat tuntutannya terlalu sadis, terlalu berat," kata Firman usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2020) dilansir dari Kompas.

Saya Ditargetkan 5 Tahun untuk Mengubah TVRI Tetapi Belum 2 Tahun Sudah Berubah

Firman berkeyakinan sesuai fakta persidangan bahwa ada hal-hal yang meringankan bagi Aulia Kesuma dan Geovanni terutama terkait aktor intelektual dari pembunuhan berencana terhadap Edi Candra Purnama dan anaknya Muhammad Adi Pradana.

Lebih lanjut, Firman mengaku kecewa dengan tidak dihadirkannya Aki terdakwa lainnya yang sampai saat ini masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Inilah dari awal kita sedikit kecewa, kenapa Aki tidak bisa dihadirkan baik oleh penyidik maupun JPU, ada apakah? Akhirnya ada cerita yang tidak utuh," ujar Firman.

FOLLOW JUGA:

Firman menjelaskan, ide-ide dasar pembunuhan berencana bermula dari Rody Saputra Jaya yang menerima curahan hati Aulia karena kesulitan keuangan untuk membayar hutang-hutang bank sekitar Rp 200 juta per bulan, sementara suaminya tidak membantu.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Muji Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved