"Saya Ditargetkan 5 Tahun untuk Mengubah TVRI Tetapi Belum 2 Tahun Sudah Berubah"

"Saya turun begitu disuruh turun. Yang membela saya banyak sekali, baca itu komentar netizen. Luar biasa membela," tegas Helmy Yahya.

Kontan/Fransiskus Simbolon
Helmy Yahya 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya menceritakan ikhlas diberhentikan dari jabatannya.

Meski demikian, ia mengaku menangis karena memikirkan karyawan TVRI. 

Hal itu diungkapnya setelah Helmy Yahya resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI dan digantikan Iman Brotoseno.

TONTON JUGA:

Kepada Charles Bonar Sirait, Helmy Yahya menceritakan kisahnya tersebut.

Helmy Yahya mulanya mengaku, ia memiliki sifat kompetitif berkat didikan sang ayah yang tak pernah memujinya.

Kisah Helmy Yahya Masuk di Akhir Pekan demi TVRI, Kini Dapat Kepercayaan Pemerintah: Kita Senang

"Jadi tak pernah puas dengan sebuah prestasi. Kadang-kadang kita putus asa karena tidak pernah dipuji, ada sebuah kemarahan," jelas Helmy Yahya dilansir TribunJakarta dari vlognya pada Kamis (4/6/2020).

Lebih lanjut, Helmy Yahya memaparkan, sempat meminta hadiah ketika lulus sekolah meski demikian sang ayah tak memberikannya.

"Waduh itu saya dipukul, saya dihukum. Tetapi saya tahu tak dia muji dibelakang tetapi tak pernah didepan."

"Orang mendidik itu kan berbeda, saya dan Tantowi Yahya dibesarkan dari kultur cara mendidik seperti itu. Tak cengeng jadinya," imbuh Helmy Yahya.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved