Breaking News:

Kasus TKI Jadi Korban Kekerasan Terjadi Lagi, Komisi I DPR: Perlindungan Kerja Harus Komprehensif

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya mengatakan dari hulu ke hilir persoalan pekerja indonesia di luar negeri perlu diperbaiki

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM/Amriyono Prakoso
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib malangan kembali dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Ira Sulastri, TKI Indonesia di Riyadh dikabarkan mengalami kekerasan oleh majikannya.

Sialnya, lembaga perekrut Sulastri pun ilegal.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya mengatakan dari hulu ke hilir persoalan pekerja indonesia di luar negeri perlu diperbaiki.

Menurutnya, masalah yang di alami Ira Sulastri makin menunjukan belum komprehensifnya upaya pengaturan pelindungan TKI di luar negeri.

"Pengawasan terhadap WNI pekerja di luar negeri ini memang belum cukup kuat. Apalagi jika yang dihadapi adalah perekrutan gelap. Untuk itu perlu melakukan kerja komprehensif. Tidak boleh kedepankan ego sektoral. Kementerian luar negeri, kemnaker, kumham, dan lembaga pemerintah lainnya harus duduk bersama dan berbagi kerja. Kemenko Pembangunan Manusia dan kebudayaan bisa jadi leading aktornya" kata Willy dalam keterangan yang diterima, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, Kementerian Luar Negeri dengan kerja diplomatiknya harus terus mengupayakan kerja sama dengan negara-negara penerima TKI agar dapat memasukan klausul perlindungan TKI ditempatnya bekerja.

“Kementerian luar negeri bisa mewakili pemerintah untuk menginisiasi perjanjian kerja sama dengan negara-negara yang terdapat TKI. Paling minimal untuk bisa menggunakan standar prilaku internasional tentang perlindungan Tenaga Kerja. Akan lebih baik lagi jika perjanjian ini sesuai kepentingan Indonesia untuk melindungi warganya. Seperti perjanjian kerjasama pertahanan atau militer, hal ini seharusnya bisa juga dilakukan,” ucapnya.

Willy menambahkan praktek ilegal perekrutan TKI yang telah merekrut Ira Sulastri harus menjadi perhatian pemerintah.

Karena menurutnya moratorium pengiriman TKI ke Saudi terlihat tidak efektif mencegah berulangnya kasus yang sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved