Breaking News:

Pemilik Pergi Tinggalkan Kompor yang Masih Menyala untuk Memasak, Rumah di Batu Ampar Terbakar

Satu rumah di Jalan Raya Innerbang III, RT 10/RW 03, Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati Jakarta Timur terbakar dipicu dari kompor.

Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur
Personel Sudin PKP Jakarta Timur saat proses pemadaman api di rumah warga Kelurahan Batu Ampar Kramat Jati Jakarta Timur yang terbakar, Rabu (10/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Satu rumah di Jalan Raya Innerbang III, RT 10/RW 03, Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati Jakarta Timur terbakar pada Rabu (10/6/2020) sekira pukul 10.55 WIB.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran dipicu kompor.

"Saat kejadian pemilik rumah sedang memasak, kemudian ditinggal pergi oleh pemiliknya. Api membesar lalu merembet ke barang sekitar," kata Gatot di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020).

Sebanyak 11 unit mobil pompa, dua unit pendukung berikut 65 personel Sudin PKP Jakarta Timur dikerahkan ke lokasi guna memadamkan api.

Beruntung api tak sampai merembet ke rumah lain di sekitar lokasi, namun total kerugian materil akibat kebakaran diperkirakan Rp 500 juta.

Jemput Paksa PDP Covid-19, Keluarga Minta Maaf Datangi RS Mekar Sari Bekasi Timur

"Untuk luas yang terbakar sekitar 150 meter persegi. Kita mulai pemadaman pukul 11.06 WIB. Untuk korban Alhamdulillah nihil," ujarnya.

Gatot mengimbau warga tetap waspada terhadap ancaman kebakaran di masa pandemi Covid-19, khususnya saat beraktivitas di rumah.

Bila mendapati gas bocor, dia mengingatkan agar jangan menyalakan lampu di sekitar gas dan membuka pintu, jendela, ventilasi lain.

Masuk Zona Merah, Puluhan Warga di Kelurahan Tegal Parang Jakarta Selatan Jalani Tes Swab

Jika memungkinkan cabut regulator dan padamkan api dengan alat pemadam ringan (APAR) atau karung goni, kain yang dibasahkan.

"Antara kompor dengan tabung gas juga sebaiknya diberi jarak, jangan berdekatan. Agar ketika terjadi penyalaan regulator gas bisa dicabut dan tabung dibawa keluar," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved