Breaking News:

Di Tengah Pandemi Covid-19, Puskesmas Harus Tetap Sisipkan Penyuluhan Bahaya DBD

Di tengah pandemi Covid-19, Dinkes Kota Bekasi menginstruksi tiap puskesmas harus tetap menyisipkan penyuluhan tentang bahaya penyakit DBD

Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menginstruksi tiap puskesmas harus tetap menyisipkan penyuluhan tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kabid Pegendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, tim kesehatan wilayah merupakan unjuk tombak penggerak peran serta masyarakat.

"Iya mengimbau, sebenarnya dari beberapa tahun ini terutam 2018, 2019, 2020 juga kita bener-benar mengimbau peran serta masyarakat yang peduli," kata Dezy, Rabu (24/6/2020).

"Penyuluhan itu tetap mau di dalam atau luar gedung, sambil kita bicarakan Covid-19 di luar sana kita tetap juga harus sampaikan terkait DBD," tambahnya.

Di tengah pandemi Covid-19, tim wilayah memang gencar turun ke lingkungan pemukiman warga.

Ketika turun ke lingkungan, tim pasti akan mendapatkan laporan kasus DBD dari warga, jika ditemukan di satu wilayah marak penyakit tersebut.

"Otomatis kan kita juga mengingatkan kembali masyarakatnya untuk tetap walapun ada Covid-19 bukan berati DBD enggak dipikirin," ungkap Dezy.

"Makannya nih Covid-19 ini ngasih kita pelajaran untuk hidup bersih termasuk bersih itu otomatis kan 3M (menguras, mencuci dan mengubur) itu dijalankan," terangnya.

Dinkes di tengah pandemi Covid-19 ini juga tetap melakukan kegiatan antisipatif penyebaran DBD.

Misalnya kata Dezy, di satu wilayah terjadi peningkatan kasus DBD, Dinkes Kota Bekasi secara prosedural melakukan fogging di wilayah tersebut.

"Beberapa kasus yang sempat masih kita foging untuk kasus yang sesuai dengan indikasi ya," ungkap Dezy.

"Kita fogging karena memang di wilayah itu ada kasus (DBD), kemudian ketika penyelidikan point ekoligi (ilmu tentang rumah atau tempat tinggal) dan memang positif untuk di situ kita lakukan penyemprotan," tututnya.

Punya Alpukat Tapi Hampir Busuk? Jangan Dibuang, Yuk Dibikin Puding Cokelat Saja

Malapetaka Asep Saat Tertidur Pulas: Gerak-gerik Dipantau, RP 500 Ribu Modal Jualan Melayang

Adapun berdasarkan data secara kumulatif, kasus DBD di Kota Bekasi sejak Januari hingga Mei 2020 tercatat sebanyak 684 kasus.

Angka itu cenderung menurun jika dibanding di rentang waktu yang sama pada 2019, di mana kasus DBD tercatat sebanyak 701 kasus.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved